RSS

PERJALANAN RUH ORANG MUKMIN (KEKASIH ALLAH) MENUJU RABB-NYA

30 Apr

Dari al-Bara’ bin Azib ra, ia berkata,”Pada suatu saat aku pergi bersama Rasulullah Saw mengantarkan jenazah seorang sahabat dari kalangan Anshar. Ketika jenazah tiba di kuburan, ternyata kuburannya belum dibuatkan liang lahad. Kemudian Rasulullah saw duduk menghadap kiblat dan kamipun duduk disampingnya; seakan-akan diatas kepala kami ada seekor burung, dan ditangan beliau tergenggam tongkat yang menancap ketanah. Rasulullah SAW mengarahkan pandangannya kelangit dan menundukkannya lagi ke tanah. Rasulullah saw melakukannya sampai tiga kali, seraya bersabda,
اسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.”
Rasulullah saw menyerukannya dua kali atau tiga kali.
Kemudian Rasulullah SAW berdo’a:
اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur)
Beliau membacakannya hingga tiga kali. Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin, jika ia terputus dari kehidupan dunia lalu menuju kehidupan akhirat, niscaya akan turun kepadanya para malaikat dari langit dengan wajah yang putih bersinar, sehingga seakan-akan wajah mereka ialah matahari; dimana mereka membawa kain kafan dan kamper dari surga dan mereka duduk sejauh mata memandang, tidak lama kemudian datang malaikat maut dan duduk disamping kepalanya, seraya berkata,” Wahai ruh yang baik –di dalam riwayat yang lain: ruh yang tentram- keluarlah kamu menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Rasulullah bersabda,” Kemudian ruh itu keluar menetes bagaikan tetesan air yang keluar dari mulut cerek, dan malaikat maut mengambilnya –di dalam riwayat yang lain: hingga ruh itu keluar- maka setiap malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan juga setiap malaikat yang ada di langit mendo’akannya, kemudian dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan tidak ada satupun malaikat penjaga pintu langit kecuali mereka berdo’a kepada Allah supaya menaikkan ruhnya dari arah mereka.
Ketika malaikat maut mengambilnya, maka ruh itu tidak dibiarkan berada dalam genggaman tangannya sekejap matapun melainkan mereka segera mengambilnya dan meletakanny diatas kain kafan yang mereka bawa (dari surga) yang telah ditaburi kamper (dari surga), sebagaimana disinyalir oleh Allah SWT dalam firman-Nya,

تَوَفّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لاَيُفَرِّطُونَ
“Ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kaami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (al-An’am:61). Kemudian menyebar dari dalam kain kafan tersebut bau harum bagaikan bau harum minyak kasturi yang pernah kamu temukan di bumi. Rasulullah Saw bersabda,” Selanjutnya para malaikat membawanya naik (ke langit), dan tidaklah ruh itu dibawa melewati seorang malaikatpun, kecuali malaikat tersebut akan bertanya,”Ruh siapakah yang menyebarkan bau harum ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab,”(Ruh) fulan bin fulan”, seraya mereka menyebutkan sejumlah nama panggilan yang baik yang biasa dipanggilkan kepadanya sewaktu di dunia hingga mereka tiba dipintu langit dunia, mereka meminta dibukakan pintu kepada penjaganya, lalu penjaganya membukakannya untuk mereka, sementara seluruh malaikat penghuni setiap langit turut mengantarkannya hingga tiba dipintu langit berikutnya, dan mereka berhenti dilangit ketujuh. Kemudian Allah SWT berfirman,”Catatlah buku catatan amal hambaku ini di ‘Illiyyin,

وَمَا أَدْرَىكَ مَاعِلِّيُّونَ () كِتَبٌ مَّرْقُومٌ () يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ
“Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).” (al-Muthaffifin:19-21). Tkan Setelah buku catatan amalnya dicatatkan di ‘Illiyyin, maka Allah berfirman,”Kembalikanlah ruh ini kebumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka, bahwa darinya Aku menciptakan mereka, padanya Aku mengembalikan mereka dan darinya Aku mengeluarkan mereka pada kesempatan yang lain.” Rasulullah bersabda,”Kemudian ruh itu dikembalikan lagi ke bumi, dan ruh itu dikembalikan ke dalam jasadnya.”Rasulullah bersabda,”Ia (jenazah itu) mendengar bunyi sandal sahabat-sahabatnya ketika mereka kembali (dari kuburannya).”
Selanjutnya akan datang kepadanya dua malaikat yang keras bentakannya, seraya membentaknya serta mendudukkannya. Kemudian keduanya bertanya kepadanya,”Siapa Rabbmu?”Ia menjawab, Tuhanku Allah.”Keduanya bertanya,”Bagaimana mengenai seorang laki-laki yang telah diutus di tengah-tengah kamu?” Ia menjawab,”Ia adalah Rasulullah saw.”Keduanya bertanya,”Apa yang telah kamu lakukan?”Ia menjawab,” Aku membaca kitab Allah (al-qur’an), kemudian aku mengimani serta membenarkannya.” Kemudian salah satunya membentaknya, seraya bertanya,”Siapa Rabbmu? Apa agmamu? Siapa Nabimu?” Hal itu merupakan fitnah (ujian) terakhir yang dihadapi seorang mukmin, seperti diisyaratkan Allah di dalam firman-Nya,
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَوةِ الدُّنْيَا
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia.”(ibrahim:27). Ia menjawab,”Rabbku Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad saw.”
Kemudian terdengar suara penyeru yang berseru dari langit,”Sungguh benar hamba-Ku, maka hamparkanlah untuknya permadani dari surga, pakaikanlah kepadanya pakaian dari surga serta bukakanlah untuknya pintu menuju ke surga.” Rasulullah saw bersabda,”Kemudian ia mencium bau harum wewangian surga serta dilapangkan baginya kuburannya sejauh matanya memandang.”
Rasulullah saw bersabda,”Setelah itu datang kepadanya –dalam riwayat lain:diserupakan kepadanya- seorang lelaki yang berwajah tampan, berpakaian bagus serta menebarkan bau harum, seraya berkata,”Aku akan mengabarkan sesuatu kabar yang akan menggembirakanmu.Aku akan mengabarkan keridhaan dari Allah serta surga-surga yang didalamnya penuh dengan keni’matan yang kekal. Ini adalah harimu yang dahulu engkau dijanjikan.” Ia (jenazah itu) berkata,”Juga bagimu, semoga Allah mengabarimu dengan kabar yang baik, siapakah anda ini sesungguhnya? Dimana wajahmu mencerminkan wajah orang yang selalu mengerjakan kebaikan.” Laki-laki itu menjawab,”Aku adalah amal shalihmu. Demi Allah, tidaklah aku mengetahuimu selain kamu adalah orang yang bersegera dalam mengerjakan keta’atan kepada Allah serta menahan diri dalam kemaksiatan kepada Allah, sehingga Allah membalasmu dengan kebaikan.”
Setelah itu dibukakan kepadanya pintu surga dan pintu neraka, seraya dikatakan,”Ini tempatmu kelak, jika kamu berbuat maksiat kepada Allah, kemudian Allah menggantinya dengan tempat ini, dan ia melihat tempatnya kelak disurga, seraya berkata,”Wahai Tuhanku, segerakanlah kiamat supaya aku dapat berkumpul kembali dengan keluargaku dan hartaku.” Kemudian dikatakan kepadanya “Diamlah dengan tenang.”

Demikianlah perjalanan ruh yang beriman, dimana Allah meliputinya dengan perlindungan-Nya serta menjaganya dengan pertolongan-Nya; sebagai karunia serta ni’mat dari-Nya Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi agar ruh yang telah mengenal Tuhannya dan beribadah kepada-Nya sewaktu di dunia kembali dalam keadaan ridha dan diridhai. Kemudian dalam pembahasan berikutnya kami akan menguraikan perjalanan ruh lain yang diliputi kekhawatiran serta ketakutan, yaitu perjalanan ruh yang durhaka.

 

PERJALANAN RUH ORANG DURHAKA (KAFIR) DIANTARA LANGIT DAN BUMI

Dalam membahas perjalanan ruh yang kafir atau durhaka, maka kami akan menguraikannya berdasarkan sabda Rasulullah saw, dimana beliau bersabda,
“Sesungguhnya orang yang durhaka, jika ia mengundurkan diri dari kehidupan dunia dan terputus dari urusan akhirat, niscaya akan turun kepadanya para malaikat yang kasar lagi keras dengan wajah yang hitam pekat dan membawa kain kafan yang kasar dari neraka, kemudian mereka duduk dihadapannya sejauh mata memandang. Tidak lama kemudian datang malaikat maut dan duduk disamping kepalanya, seraya berkata,” Wahai ruh yng jelek, keluarlah menuju kemurkaan serta kebencian Allah.” Rasulullah saw bersabda,” Selanjutnya malaikat maut memaksa ruh tersebut berpisah dari jasadnya an mencabutnya bagaikan mencabut besi tusukan daging yang banyak cabangnya dari bulu domba yang basah, dimana turut terputus urat-urat dan urat-urat saraf bersamaan dengan tercabutnya ruh.
Kemudian setiap malaikat yang ada diantara langit dan bumi dan malaikat yang ada di langit melaknatnya dan pintu-pintu langit dikunci, serta tidak ada seorangpun malaikat penjaga pintu, melainkan mereka berdo’a kepada Allah supaya tidak menaikkan ruh itu dari arah mereka. Ketika malaikat maut mengambilnya, maka ruh tersebut tidak dibiarkan berada dalam genggaman tangannya sekejap matapun melainkan mereka segera mengambilnya serta meletakkannya di atas kain kafan yang kasar tadi.
Kemudian menyebar dari dalam kain kafan itu bau busuk bangkai yang pernah kamu temukan di bumi. Kemudian mereka membawanya naik (kelangit), dan tidaklah para pembawanya melewati seorang malaikatpun melainkan akan bertanya,”(Ruh) fulan bin fulan; seraya menyebutkan nama-nama panggilan yang jelek yang biasa dipanggilkan kepadanya sewaktu didunia sehingga mereka tiba dipintu langi dunia, kemudian meminta supaya dibukakan pintu untuknya, tetapi malaikat penjaganya tidak membukakannya.” Kemudian Rasulullah saw membacakan ayat al-Qur’an,
لاَتُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَبُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الجَمَلُ فِى سَمِّ الْخِيَاطِ
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum.” (al-A’raf:40). Selanjutnya Allah berfirman, “Catatlah buku catatan amalnya di Sijjin, yaitu di bagian lapisan bumi paling bawah.Kemudian dikatakan,”Kembalikanlah ruh hamba-Ku ini ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa darinya Aku menciptakan mereka dan kepadanya Aku akan mengembalikan mereka serta darinya Aku akan mengeluarkan mereka pada kesempatan yang lain.” Setelah itu ruhnya dilemparkan dari langit kencang sekali sehingga jatuh menimpa jasadnya.” Rasulullah Saw membacakan ayat al-Qur’an,
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُه الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ الرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ
“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (al-hajj:31). Kemudian ruhnya kembali ke dalam jasadnya.”
Rasulullah saw bersabda,”Ia (jenazah itu) mendengar bunyi sandal sahabat-sahabatnya jika mereka pergi darinya.”
Selanjutnya akan datang kepadanya dua malaikat yang keras bentakannya, seraya membentaknya dan mendudukannya. Kemudian keduanya bertanya kepadanya,”Siapa Rabbmu?”Ia berkata,”Euh..euh, aku tidak tahu.” Keduanya bertanya.”Apa agamamu?” Ia menjawab, “Euh..euh, aku tidak tahu.” Keduantya bertanya,” Bagaimana pendapatmu tentang seorang laki-laki yang diutus ditengah-tengah kamu?” Ia pun tidak ingat sama sekali namanya,sehingga dikatakan kepadanya,”Muhammad.” Ia menjawab,”Euh..euh, aku tidak tahu, dan aku hanya orang-orang menyebut-nyebut nama tersebut.”
Rasulullah saw bersabda,”Dikatakan kepadanya, “Kamu tidak tahu, dan tidak mau mengikuti orang-orang yang tahu.” Kemudian terdengar suara penyeru yang berseru dari langit,” Sungguh ia pendusta, maka hamparkanlah untuknya permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu menuju ke neraka. Saat itu ia akan merasakan panasnya hembusan api neraka dan angin panasnya. Kemudian kuburannya menghimpitnya, sehingga tulang-tulang rusuknya hancur berantakan.”
Selanjutnya akan datang kepadanya –dalam riwayat lain: diumpamakan kepadanya- seorang laki-laki yang berwajah buruk, berpakaian compang-camping (rombeng) serta menyebarkan bau busuk bangkai, seraya berkata,” Aku akan mengabarimu sebuah kabar yang tidak mengenakkanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.” Ia (jenazah itu) menjawab,”Juga bagimu, semoga Allah mengabarimu sebuah kabar yang buruk, siapakah kamu ini? Wajahmu adalah wajah orang yang selalu melakukan keburukan.” Laki-laki itu menjawab,” Aku ini adalah amalmu yang jelek. Demi Allah, aku tidak mengetahuimu, selain kamu adalah orang selalu melalaikan keta’atan kepada Allah serta bersegera dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah sehingga Allah membalasmu dengan kejelekan.
Kemudian laki-laki itu berubah menjadi buta, tuli dan bisu, sementara pada tangannya tergenggam sebuah palu godam yang jika sebuah gunung dipukul dengannya, maka gunung itu akanhancur menjadi tanah. Laki-laki itu memukulnya dengan palu godamnya satu kali pukulan sehingga ia hancur menjadi tanah. Kemudian Allah mengembalikannya seperti keadaannya semula, dan laki-laki itu memukulnya lagi satu kali pukulan sehingga ia menjerit keras sekali yang didengar oleh setiap makhluk selain manusia dan jin. Juga dibukakan untuknya pintu neraka serta dihamparkan permadani dari neraka, sehingga iapun berkata, ”Wahai Tuhanku, janganlah Engkau melaksanakan kiamat.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2013 in aqidah

 

Tag: , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.