RSS

Romzy Yusuf

21 Jan

Kisah Romzi Yusuf, Mujahid Paling Berbahaya Dekade 1990-an

Shoutussalam.com – Romzi Yusuf memiliki latar belakang akademis dalam ilmu kimia, dan dia memperolehnya dari perguruan tinggi di Inggris. Ini menjadikan dirinya pakar dalam peran yang ia ambil dalam jihad setelah ia mengikuti pelatihan militer yang diadakan mujahidin di Afghanistan di akhir-akhir tahun 80-an, yang menjadikannya harus tegas dalam memilih jalan hidupnya, sebab ia tahu betul arah di masa depan yang harus ia tuju. Dengan bekal ilmu akademiknya, ia berhasil mengambil peran di garis depan dan menjadi seorang pelatih di kamp-kamp latihan. Di saat yang sama, ia terus melengkapi studinya di perguruan tinggi Inggris.

Pasca jatuhnya Kabul (ke tangan mujahidin) dan terjadinya berbagai fitnah setelahnya, di mana Amerika turut mengambil peranan besar dalam menyulut apinya, Romzi mengambil keputusan untuk pergi ke negeri pangkal kekafiran, Amerika, untuk melakukan operasi dahsyat yang membuat Amerika tersungkur.

Ia mulai menyusun rencana operasi untuk meruntuhkan gedung WTC. Kemudian di pagi hari tanggal 26 Februari 1993, sebuah truk penuh bermuatan bom meledak di komplek WTC New York. Operasi itu mengguncangkan salah satu bangunan WTC yang memiliki 120 tingkat dan merupakan simbol kekayaan serta kekuatan Amerika. Sejak itu, runtuhlah legenda keamanan bagi rakyat Amerika dari serangan-serangan di dalam negeri. Hasilnya, 6 orang tewas dan 1042 lainnya luka-luka. Ini adalah jumlah terbesar pasien yang pernah ditangani oleh rumah sakit yang ada dalam satu kali kejadian sejak perang saudara yang mengguncang Amerika dan sebelum serangan 11 September.

Pihak pemadam kebakaran New York mengirim 750 mobil pemadam menuju gedung WTC dan terus berada di sana selama lebih dari satu bulan. Ini menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita. Meski demikian, kerugian itu tidak sebesar yang diharapkan oleh Romzi Yusuf. Sebab, operasi itu ditargetkan bisa menghancurkan gedung WTC secara total dan paling tidak korban yang jatuh bisa mendekati angka seperempat juta orang. Semua ini dikarenakan campur tangan Amerika dalam urusan darah kaum muslimin secara berulang-ulang.

Kesalahan bukan terletak pada perakitan bahan peledak. Sebab, Romzi Yusuf dikenal sebagai orang yang teliti. Bom yang ia targetkan untuk meledakkan gedung WTC itu termasuk lain daripada yang lain, sampai-sampai dinas FBI hanya menemukan satu bom yang sama dengan itu setelah mempelajari 73.000 dokumen tentang peristiwa peledakan di Amerika sejak tahun 1925. FBI bahkan sampai pada kesimpulan, bahwa bom ini adalah yang terbesar dan terberat dan paling dahsyat efek hancurnya dari bom-bom yang pernah ada dalam sejarah Amerika Serikat. Dan memang begitu faktanya, bom-bom yang paling besar saja hanya berkecepatan 3.000 kaki/detik, tapi bom bikinan Romzi Yusuf berkecepatan 15.000 kaki/detik. Ini adalah kecepatan sangat kuat yang mampu meruntuhkan gedung WTC sejak dari atap teratasnya kalau saja truk itu diletakkan di tempat lain, yaitu di bawah salah satu tiang penyangga. Bahkan, di tempat meledaknya truk itu pun, mungkin ribuan orang akan terbunuh seandainya truk itu meledak sesaat sebelum waktu sore hari ketika para pegawai sedang keluar untuk pulang.

Belum tiba sore harinya, Romzi Yusuf sudah menaiki pesawat menuju Pakistan. Kalau bukan kesalahan keamanan yang dilakukan oleh sebagian pembantu dalam operasi tersebut, sampai hari ini mungkin Amerika tidak akan tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu. Dan meskipun dua bulan kemudian Amerika berhasil mengendus keterlibatannya dalam aksi ini, tapi para kaki tangan aparatnya tidak mampu menemukan data apapun selain sekilas tentang biografi dirinya.

Romzi Yusuf memang sangat hati-hati, fihak FBI menghabiskan waktu beratus-ratus jam  dalam menyelidiki bagian dalam pesawat-pesawat yang menuju Pakistan, tapi semuanya tanpa hasil.

Perburuan Amerika dan internasional itu tidak membuat Romzi kecut nyali, sehingga ia mundur atau berhenti. Sebab, tak lama kemudian ia kembali merencanakan operasi-operasi berani yang belum pernah ada contoh sebelumnya dalam hal keberanian dan metode yang digunakan. Dalam masa perburuan itu, ia kembali mencoba membunuh Benazir Butho, meledakkan Kedutaan Zionis di Bangkok tanggal 11 Maret 1994, mencoba membunuh Bill Clinton di Manila pada 12 November 1994, ia bahkan juga menjadi perancang peledakan 11 pesawat Amerika yang menyebabkan ratusan warga Amerika terbunuh dan kerugian perusahaan penerbangan Amerika, ini tidak bisa dibantah.

Kebanyakan operasi ini tidak berhasil disebabkan kesalahan sebagian anggota baru yang ikut dalam operasi. Contohnya dalam peledakan truk untuk menghancurkan gedung Kedutaan Zionis, bom yang disiapkan sebenarnya sudah cukup bagus, tapi pengemudi truknya, seorang muslim warga Thailand, yang sedianya harus menghentikan truk di samping gedung kedutaan malah mengalami kerusakan mesin, sehingga ia kabur dan meninggalkan truk.

Demikian juga dalam rencana peledakan pesawat-pesawat Amerika, dari sisi tekhnis sudah sangat teliti, di mana Romzi ditugasi untuk menanganinya. Dalam hal ini, Romzi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengubah materi Nitro Gliserin yang daya ledaknya kuat menjadi benda cair semi padat (gel). Untuk bisa melakukannya, ia memakai materi Sulfur Acid, Nitrid Acid, Aseton, dan Acid yang sudah terurai, khususnya Nitrobenzin.

Begitulah, setelah bekerja sangat pelan-pelan, ia berhasil membuat bom yang siap dibawa dan memiliki efek ledak sangat kuat, di mana itu tidak akan mungkin bisa diungkap walau pun menggunakan bantuan sinar X. Baterai 9 volt adalah satu-satunya bahan mengandung besi yang bisa dideteksi dengan sinar X. Makanya, Yusuf meletakkan baterai itu di bawah sepatunya, sehingga sangat sulit –kalau bukan dibilang mustahil—untuk dideteksi. Ia sudah melakukan percobaan yang berhasil dengan membawa bahan seperti itu di dalam maskapai penerbangan Jepang pada bulan Desember 1994, ini menjadi bukti betapa cekatan dan teliti pembuatnya.

Di samping keberanian dan skill luar biasa ini, kehati-hatiannya dalam hal keamanan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sang pahlawan. Pernah Romzi Yusuf memalsukan KTP sebanyak 12 kali ketika ia tinggal di Filipina, dengan identitas dan nama berbeda-beda, dan dengan foto yang bergonta-ganti penampilan dengan pergantian yang ekstrim.

Kepolisisan Filipina pernah mencoba menangkapnya, akan tetapi mereka tidak berhasil, padahal mereka sudah mengerahkan tentaranya secara total dan membagi-bagikan fotonya di tempat-tempat umum. Hal ini tidak kemudian membuat dirinya kendur untuk menghentikan amal. Ia bahkan turut memberikan andil dalam merubah kelompok Abu Sayaf dari yang tadinya kelompok “kacangan” menjadi organisasi perang yang sangat professional. Ramzi tinggal bersama mereka selama beberapa pekan dan selama itu ia melatih orang-orang terbaik dari kelompok tersebut untuk merakit bom yang memiliki efek ledak yang hebat.

Alloh menakdirkan terjadinya miss ketika merakit salah satu bom, dan ini adalah hal yang lazim terjadi mengingat bahan-bahan kimia itu sangat sensitif. Hanya, kejadian ini membuat aparat kepolisian Filipina berhasil mengendus tempat tinggalnya di Manila. Maka terpaksa untuk kali ini ia lari dan ia meninggalkan komputer jinjingnya di apartemen yang ia sewa. Setelah itu fihak kepolisian Filipina menyerahkan hard disk komputer itu kepada FBI, tetapi pakar-pakar intelejent Amerika tidak mampu mendapatkan data yang tersimpan di dalamnya kecuali setelah melewati waktu yang cukup lama dan setelah bekerja sama dengan ahli komputer terhebat dari perusahaan Microsoft. Ini menunjukkan, betapa Romzi Yusuf sangat berhati-hati.

Sebagaimana dinyatakan seorang hakim, Kevin Dafi, Romzi Yusuf adalah teroris paling berbahaya di dunia sejak tahun 1970. Tidak ada yang menyamainya dalam modus operandi selain Carlos. Romzi belum berhasil ditangkap kecuali setelah terjadinya pengkhianatan dari salah seorang penunjuk jalannya. Akan tetapi semua itu setelah ia mengerahkan segala upaya untuk sampai ke sasaran yang sudah ia catat.

Sungguh saya membayangkan betapa gembiranya di dalam tahanan sana (semoga Alloh membebaskannya) melihat keberhasilan serangan 11 September dan bagaimana saudara-saudaranya menyelesaikan apa yang sudah dia rencanakan dulu.

Para pahlawan hari ini belum mampu melakukan amaliyah secara beruntun dan kontinyu. Makanya, dekade 90-an mengenal para pahlawan yang mampu membuat satu operasi cukup bagus, namun mereka tidak dikenang dan kebanyakan orang tidak mendengar beritanya. Inilah kondisi yang dialami seorang pahlawan, Amir Khonizi, di mana ia melakukan serangan berani terhadap Perwakilan Intelejent Amerika (CIA) tahun 1994. Dalam peristiwa itu, 3 orang kaki tangan CIA tewas, beberapa orang yang ada di depan gedung mengalami luka-luka, ini terjadi di Langley, Virginia. Tempat ini termasuk tempat yang paling ketat penjagaannya di dunia. Tak lama setelah amaliyah, Amir Khonizi lari dengan tenang menuju Pakistan, ia berhasil lolos dari beberapa jeratan yang dipasang intelejent Amerika untuknya. Hal itu ia lakukan dengan melakukan penyamaran dan berganti-ganti penampilan selam bertahun-tahun, sebelum akhirnya ia tertangkap oleh aparat intelejent Pakistan, setelah ia begitu gencar diburu.

Di antara pelajaran yang bisa kita ambil dari para pemberani itu adalah, mereka mau berangkat untuk memerangi kekuatan paling angkuh dan paling solid kekuatannya di dalam negeri mereka sendiri, dalam pertempuran tak berimbang, tanpa takut dan gentar. Sebagaimana juga jelas, bahwa mereka tidak pernah meremehkan berjalannya sunnatulloh yang berlaku di alam semesta ini, mereka melakukan persiapan cukup ketika akan melakukan amaliyah. Termasuk pelajaran penting lainnya, kehati-hatian dalam urusan keamanan harus mendapat perhatian ekstra. Maka dari itu, wajib bagi setiap pejuang bagi agama Alloh untuk menempuh semua prosedur keamanan semaksimal mungkin dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam berkomunikasi, mengadakan pertemuan, melakukan perjalanan, dll, serta menempuh standar kelayakan dalam pekerjaan mereka. Ini bukan dalam rangka lari dari takdir Alloh, akan tetapi dalam rangka melakukan operasi yang pelan tapi terus berkesinambungan, sebagaimana yang disukai Alloh SWT, di mana Dia telah mewajibkan kita agar teliti dalam segala hal.

Barangkali, sebagian orang yang lemah jiwanya berpendapat lain, yaitu menganggap  operasi-operasi jihad itu tidak memberikan keuntungan yang bisa diperhitungkan. Mereka lupa, bahwa sekedar menjebol tembok ketakutan kaum muslimin dan membuat mereka berani melawan musuhnya itu sudah merupakan satu keuntungan besar, di mana itu akan mendorong putera-putera umat ini untuk menempuh jalan yang benar.

Provokasi Amerika, ditambah kebengisan Zionis, dan arogansi penguasa-penguasa yang menjadi kaki tangan mereka, di sisi lain semakin meningkatnya pengalaman jihad, merupakan sarana yang akan menyiapkan lahirnya generasi mujahid baru, yang mampu memenuhi kriteria-kriteria kepahlawanan yang tidak pernah ada tandingannya sejak kurun waktu lama. Hegemoni Amerika dan strategi keamanan global dan kediktatoran yang mereka paksakan tidak akan mampu berbuat banyak di hadapan sekelompok kecil mujahid ini. Sebab, para pahlawan itu –secara umum— memiliki kelebihan untuk: berpenampilan domba, walau pun aslinya serigala, tentunya setelah bertawakkal kepada Alloh dan menempuh sunnatulloh yang berlaku di alam semesta ini.

*)Dituturkan oleh Syaikh Abu Jandal Al-Azdi

[sksd]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2013 in tokoh jihadi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s