RSS

Fatwa Syaikh Ali Khudlair Tentang Kesyirikan Rafidhah

26 Jun

Shoutussalam.com – Syaikh Al-Muhtarom Ali Khudlair (murid Syaikh Hamud bin Uqla Asy-Syuaibi rahimahullah), menjawab dalam sebuah konsultasi Mimbar Tawheed wal Jihad ketika ditanyai tentang Syi’ah. Risalah munaqosyah ini diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman (fakkallahu asroh), dan diambil dari blog millahibrahim.

Pertanyaan: Sekarang banyak perdebatan tentang Manhaj Syi’ah, di mana di sana ada sebagian orang yang menganggap Syi’ah itu sebagai orang Islam seperti kita, sedangkan perselisihan yang terjadi antara kita dengan mereka itu hanya di dalam furuu’. Dan ada juga yang mengkafirkan Syi’ah yang ghuluw saja, dan ada juga yang mengkafirkan Syi’ah secara keseluruhan. Apakah engkau bisa memberikan penjelasan kepada kami prihal permasalahan yang selalu menjadi sumber perdebatan sejak zaman Al Khulafa Ar Rasyidin sampai sekarang?

Syaikh Ali Al Khudlair menjawab:

Sebutan Syi’ah itu telah melewati banyak fase perkembangan yang dilalui, di mana awal kemunculannya nama itu disematkan kepada orang-orang yang lebih mengunggulkan Ali terhadap Utsman radliyallahu ‘anhuma, kemudian berikutnya ia disematkan kepada orang-orang yang lebih mengunggulkan Ali terhadap Asy Syaikhain Abu Bakar dan Umarradliyallahu ‘anhum, kemudian muncullah sekte Saba-iyyah yang di luar Islam para pengikut Ibnu Saba’ Al Yahudiy. Dan di masa Zaid Ibnu Ali Ibnul Husain dan di masa kekhilafahan Hisyam Ibnu Abdil Malik mereka (Syi’ah) itu terpecah menjadi Zaidiyyah yang merupakan para pengikut Zaid Ibnu Ali Ibnul Husain, dan Imamiyyah Itsnai ‘Asyariyyah yang mana mereka itu adalah yang hari ini ada di Iran dan kawasan teluk serta daerah lainnya, Isma’iliyyah Bathiniyyah yang mana mereka itu adalah yang hari ini ada di Najran dan Yaman serta India, dan Nushairiyyah juga Darwiz yang ada di Syam.

Adapun Syi’ah yang sekedar memiliki keberpihakan kepada Ali Ibnu Abi Thalib radliyallahu ‘anhu dan Alul Bait dan yang lebih mengedepankan Ali, maka sepengetahuan saya Syi’ah macam ini adalah telah punah dan hari ini tidak terisisa seorangpun dari mereka itu. Sedangkan yang ada sekarang adalah Rafidlah, Isma’iliyyah Bathiniyyah, Nushairiyyah Bathiniyyah dan Darwiz Bathiniyyah. Empat sekte inilah yang mempertuhankan Alul Bait dan berstighatsah kepada mereka, di mana mereka itu Quburiyyun, mereka itu musyrikun kuffar bukan kaum muslimin, dan tidak ada perbedaan antara ulama mereka dengan muqallidin dan orang orang bodoh mereka, semuanya adalah musyrikun bukan kaum muslimin dan mereka itu tidak diudzur dengan sebab kebodohan dalam peribadatan mereka kepada selain Allah.

Adapun Zaidiyyah, maka siapa orang di antara mereka itu yang Quburiy (pelaku syirik) yang menyembelih untuk selain Allah atau istighatsah kepada selain Allah, maka ia itu kafir musyrik, sedangkan orang yang di antara mereka itu adalah tergolong ahlul kalam, bid’ah dan berpaham Mu’tazilah maka statusnya sama dengan Mu’tazilah, wallahu a’lam.

Adapun orang yang mengatakan bahwa perselisihan antara kita dengan mereka itu hanyalah di dalam masalah furuu’, maka dia itu salah besar yang menunjukan kepada kebodohan yang besar, justeru yang benar bahwa perselisihan itu adalah di dalam Ushul, dan perselisihan kufur dengan Iman, serta antara Islam dengan Syirik, selain Zaidiyyah di mana pada mereka ada rincian yang tadi.

Sumber: MTJ

7 Sya’ban 1434

Lapas KK – NK

Abu Sulaiman

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 26, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s