RSS

Semangat adalah (Perkara) Penting

18 Agu

[ ~~ Semangat adalah (Perkara) Penting ~~ ] Kepada Mujahidin di Indonesia Khususnya… Kepada Perintis Jalan Jihad di seluruh dunia pada Umumnya… Kepada para Buron yang tidak menyerah dengan susahnya jalan yang dihadapinya… Kepada para Tahanan yang senantiasa bersabar atas Ujian… Kepada orang-orang yang jujur yang senantiasa menginginkan jalan Jihad di Indonesia… Kepada para da’I yang tulus menyuarakan Jihad di Indonesia… Di Zaman semakin banyaknya jumlah penggembos dan pendusta… Di Zaman sedikitnya para pendukung Jihad yang tidak peduli dengan para pendosa… Kami Hadiahkan amal ini bagi mereka dan Ummat Islam Umumnya… Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Dawlah Islam ‘Iraq Departement Informasi “Al-Furqan” Maka Berperanglah kamu di jalan Allah (karena) tidak dibebani kecuali dirimu,dan semangatilah orang-orang yang beriman (untuk perang),semoga Allah menahan serangan orang-orang kafir,sedangkan Allah lebih keras serangan dan ‘Adzabnya(QS An-Nisa’:84) Semangat adalah [perkara] Penting Sungguh kakek kita telah menggariskan kemuliaan yang besar untuk kita dan mereka mengabdi di jalan yang karenanya mereka anggap murah nyawa mereka,meninggalkan negeri dan anak-anak mereka,mereka telah sampai pada puncak kemuliaan dan (dapat) menyebarkan agama Allah di muka Bumi ini,serta mereka sebarkan agama Allah di bumi ini,lalu para ksatria mereka sampai di (belahan bumi) timur dan barat,dunia pun di penuhi dengan keadilan dan kemuliaan,manusia dapat hidup dengan aman dan dengan itulah mereka mendapatkan rasa aman,semua itu tidak dapat diraih kecuali setelah bumi ini kenyang dengan kesusahan mereka dan jasad mereka bertebaran di bumi ini,karena kesenangan tidak dapat diraih dengan kesenangan,sedangkan mereka hanya menjawab (perin tah) Allah Rabb semesta alam,Allah -yang maha Tinggi-berfirman: “…Sungguh Allah akan menolong siapa saja yang menolong (agama) Nya,Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi kuat” (QS Al-Hajj:40),karena penopang agama ini adalah kitab sebagai petunjuk dan pedang sebagai pembela.dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan I’dad (persiapan) untuk jihad. [Nasyid] Mereka memimpin rombongan di dunia iniSelama beberapa peradaban dan generasiMereka menghinakan kekuatan musuh..dengan amat sangat hinaMereka memimpin rombongan di dunia iniSelama beberapa peradaban dan generasiI’dad(persiapan) adalah mengangkat kesiapan seseorang atau kelompok kep[ada tataran derajat persiapan yang dituntut secara khusus dan secara umum,I’dad (persiapan) adalah derajat dan bukan fase,artinya anda memiliki kemungkinan untuk mempersiapkan jia anda secara psikis,fisik,finansial dan militer dalam satu periode.ketika derajat ini sedang dilaksanakan,tidak ada yang bertentangan antar satu dengan yang lainnya,bahkan sebaliknya,derajat I’dad adalah (untuk) menguatkan satu bagian dengan bagian yang lain juka dilaksanakan pada satu waktu [Nasyid]Lalu kami datang menghancurkan kemuliaan tidak peduli dengan para pendahulu kami Tidak peduli pada sejarahYang penuh kemuliaan dan kekuasaanLalu kami datang menghancurkan kemuliaan tidak peduli dengan para pendahulu kamiTidak peduli pada sejarahYang penuh kemuliaan dan kekuasaan Siapa saja yang ingin berjihad,wajib dan harus I’dad (persiapan),sedangkan siapa yang tidak mempersiapkan bekal untuk jihad,maka dia seperti orang yang ingin (memiliki) anak tanpa menikah,karena ini I’dad wajib dengan adanya dau sebab, Pertama: Dalil dari nash-nash Syar’I yang menunjukkan pada kewajiban,Allah-Yang Maha tunggi- berfirman, “Dan persiapokanlah kekuatan yang kalian mampu untuk (menghadapi) mereka “ (QS Al-Anfal:60)Dalam Azh-Zhilal,Sayyid Quthb-semoga Allah yang maha Tinggi menyayanginya- Berkata,”Melakukan I’dad sesuai dengan kemampuan adalah kewajibanyang berdampingan dengan kewajiban Jihad,sedangkan nash yang memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan sesuai dengan perbedaan level,model dan sebabnya adalah batas maksimal dari kemampuan,dimana satu kelompok muslim tidak (boleh) duduk dari satu sebab untuk (meraih) kekuatam yang (masih) dalam (batas) kemampuannya.” Hingga disini perkataan beliau –Semoga Allah menyayanginya-. Kedua: I’dad adalah wajib karena satu sebab lain,(yang) karena jihad tidak dapat berjalan kecuali karena I’dad ini,sedangkan kewajiban yang tidak sempurna dapat sempurna kecuali dengan suatu hal,maka hal itu menjadi wajib,Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir –semoga Allah yang maha tinggi menjaganya- berkata :” Allah –Yang Maha Tinggi- Berfirman,”Dan persiapokanlah kekuatan yang kalian mampu untuk (menghadapi) mereka “ (QS Al-Anfal:60) Penulis (Kitab) Adhwa’ul Bayan [Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqthi] berkata,”Ini adalah perintah yang mengharuskan I’dad (persiapan) kekuatan sesuai dengan kemampuan,walaupun kekuatan itu sampai pada petembangan yang tidak pernah sampai (sebelumnya),maka perintah ini juga yang mengharuskan untuk menyesuaikan dengan perkembangan urusan dunia.” Hingga disini (perkataan penulis).Telah maklum bahwa jihad adalah kewajiban individual bagi setiap muslim,khususnya di negeri Rafidhain (‘Iraq),sedangkan kewajiban yang tidak dapat sempurna kecuali dengan suatu hal,maka hal itu menjadi wajib,ringkas kata,bahwa I’dad untuk peperangan melawan para musuh yang menjajah dan (melawan) murtaddin adalah wajib bagi setiap muslim yang terbebani kewajiban jihad.” [Nasyid] Maka bangkit dan lepaslah ikatan peniindasanDan pukullah siapa saja yang menyerangKarena kemuliaan ini (masih) tergadaikanDengan air mata yang mengalir datri orang merdeka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –Semoga Allah menyayanginya- berkata,sebagai nasihat untuk kaum muslimin pada perang (melawan) Tartar,” Ketahuilah-semoga Allah memperbaiki(keadaan)kalian-“bahwa sebagian nikmat besar yang diberikan pada orang yang Allah kehendaki kebaikan padanya,adsalah Allah hidupkan dia pada waktu ini,yang dalam waktu inilah Allah perbarui diin ini,Dia hidupkan syi’ar kaum muslimin,keadaan kaum mukminin dan para mujahidin,hingga menyerupai orang-orang terdahulu dari kalangan muhajirin dan Anshar,maka siapa yang berperang diwaktu ini termasuk golongan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,golongan yang Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah,golongan yang telah Allah siapkan syurga yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya,mereka kekal didalam syurga itu selamanya,itulah keberuntungan yang besar”. Hingga disini perkataan beliau –Semoga Allah menyayanginya- Kebanyakan manusia yang meremehkan urusan I’dad,anda lihat mereka tergelincir diawal atau di tengah perjalanan (jihad) ini,hanya karena ujian dan cobaan ringan yang menimpa mereka,akan anda lihat mereka mengangkat bendera “menyerah”,”tunduk”dan “rukun” terhadap para penjahat zhalim,sesungguhnya jalan islam tidak mengenal jeda masa tertentu untuk berkrban dan berderma,kemudian setelah itu orang pergi untuk istrirahat dan melunak,sembari memuji dirinya bahwa dia telah melaksanakan kewajiban dan tuntutan,sedangkan (berharap) orang lain yang harus melengkapi perjalanan dan jalan ini,sebagaimana hal itu (dirasa) nyaman oleh sebagian (orang),jalan islam ini tidak (mirip) sedikitpun dengan hal itu,namun jalan islam adalah (jalan) pengorbanan,berderma dan berjihad dari buaian hingga liang lahad Semangat adalah (perkara) penting Persiapan Iman “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan (rapi) bagaikan bangunan yang kokog” (QS Ash-Shaff :4) Allah –Yang maha perkasa lagi mulia- dalam ayat yang lurus ini ,menjadikan lima shifat dari hamba-hamba-Nya yang mencintai Nya,yang Allah melindungi mereka dengan rasa cinta-Nya,dan ridha pada mereka karena (mereka) taat (pada) Nya,Allah sebutkan hal itu pada sifat yang pertama,bahwa mereka berperang di jalan-Nya,maka Allah –yang maha perkasa lagi mulia- berfirman,”Maka Berperanglah kamu di jalan Allah (karena) tidak dibebani kecuali dirimu,dan semangatilah orang-orang yang beriman (untuk perang),semoga Allah menahan serangan orang-orang kafir,…(QS An-Nisa’:84) Sesungguhnya membetikkan jiwa (untuk Jihad) yang menyelamatkan dari cabang Nifaq,tidak cukup hanya dengan seseorang membetikkan jiwanya bahwa dia akan berperang dan berjihad,dan mencukupkan dengan membetikkan jiwa (saja) sembari bersandar pada shofanya (serta) hatinya sibuk dengan urusan dunia,Tidak! Bukan begini membetikkan jiwa yang (dapat) menyelamatkan,namun membetikkan jiwa untuk perang adalah berbagai tindakan yang harus diiringi dengan tekad sejak sekarang,inilah I’dad (persiapan) keimanan atau spirit,sedangkan membetikkan jiwa untuk perang yang sebenarnya,yang bermakna tekad untuk menyambut seruan jihad kapan saja ada yang menyeru,”Wahai pasukan Berkuda,,majulah!” d”n anda melakukan persiapan penuh untuk menyerahkan harta,jiwa,dan apa saja yang anda miliki di jalan Allah ketika urusannya menuntut demikian,dan perkataan mengenai pentingnya iman sebelum Jihad (memerangi) orang-orang kafir,tidak bermakna meninggalkan jihad memerangi orang-orang kafir dalam jihad Daf’ (defensif) sebelum sempurnanya I’dad Imany,hal itu tidakklah bisa diterima bagi yang berakal,bahkan hal itu bertentangan dengan tujuan syari’ah dalam menjaga 5 hal penting,berhati-hatilah agar tidak tertimpa sifat lemah,takut mati ataupun tunduk jika Allah menentukan kaum mukminin kalah di salah satu pertempuran,karena kekalahan yang sebenarnya adalah didalam hati dan bukan dalam pertempuran di medan perang, Amirul Mukminin –semoga Allah yang maha tinggi menjaganya- berkata,sebagai penyemangat bagi prajuritnya untuk memerangi musuh, “Wahai pemuda Islam,(wahai) para pahlawan Negara Islam yang mulia,berdirilah (menyerang) musuh-musuh Allah pengkhianat (seperti) terkaman singa yang lapar,janganlah luka membelokkan kalian dari sasaran kalian,atau (menjadikan) kalian meletakkan senjata dari pundak kalian,menjadi seperti singa hutan yang menjaga sarangnya sehingga anak-anak dan isteri-isterinya senang padanya,simpatik lagi santun ketika dituntut untuk santun,namun mematikan,pembunuh lagi tak (mudah) terkalahkan,gunakanlah pedang untuk (memenggal) leher musuh-musuh Allah lagi pengkhianat,angkatlah semangatmu dengan seluruh perbuatan (baik) kalian dan kekuatan perang kalian,sucikan bumi ini dari para pengkhianat dan antek-antek kaum Rafidhah,tumpahkanlah darah kalian dengan murah dijalan Allah,kemudian juga untuk membela kehormatan wanita-wanita (suci) yang menjaga diri,anda melihatnya ketika kematian menimpa pasukannya,(Dia) pukulkan pedang pada (musuh-musuh) di sekitarnya,janganlah gonggongan anjing,lolongan serigala dan suara kerikil menjadikan kalian takut,karena mereka pasti binasa dan (merekalah) yang paling hina yang berdiri di hadapan kalian sesaat,juga karena mereka tidak memiliki keberanian menghadapi benda mati,bersikap keraslah terhadap mereka,(niscaya) kalian dapatkan kebersamaan Allah dan bantuan malaikat-Nya yang mulia,mereka adalah penolong bagi orang yang sabar dan teguh,bukan bagi yang berkeluh kesah dan lari (dari Jihad). [Nasyid] Dijalan Allah kami berjalan Untuk meraih kebahagiaan yang menggembirakan Alam pun menari dan bernyanyi Lantaran do’a yang tartil Kemenangan apakah yang aku petik..Ketika aku korbankan nyawaku..Di Jalan Allahlah menjadi manis..setiap luka ini wahai saudaraku Kemenangan apakah yang aku petik..Ketika aku korbankan nyawaku..Di Jalan Allahlah menjadi manis..setiap luka ini wahai saudaraku Berangkatlah meraih kemuliaan Jangan pedulikan berbagai kesulitan Naiklah ke puncak gunung Dan teruslah memotong kayu bakar itu [Nasyid] Perkataan ini adalah perkataan pedang …Agar berbagai kedzliman itu tertolak,serta orang-orang rendahan yang menghina rasul bagi yang berazzam Mereka tidak (akan) menginjak kehormatan kita..jika kehormatan ini dikelilingi para pemberani Para sampah penjahat itu telah mnyerang Lalu manakah janji orang-orang yang menetapkan(nya)? Mereka lupa bahwa kami adalah para pemberani Kami akan mengusir (mereka) seperti singa Kamilah yang telah menginjak singgasana Persia dengan kuda (kami) Kamilah yang telah membangun beneng kami dengan tulang-belulang Kami giring istri-istri kisra dengan cemeti bak gerombolan kambing Kami buatkan untuk Rasul kami bangunan yang penuh kemuliaan (karena)Rasul kami adalah matahari kebenaran yang menyinari permukaan alam ini Beliau bersinar (ibarat) lampu di (waktu)malam (menerangi) gelapnya kesesatan Beliau menata sebagian kaum,menjadi sebuah generasi bersama terbitnya fajar Kemudian mereka hancurkan kepala orang lalim Dan menghinakan setiap orang ang zhalim Berperang pada setiap peperangan Dan berdamai bagi yang (mau) berdamai Sungguh Allah akan menolong siapa saja yang menolong Diin-Nya (1) Suara Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir –Rahimahullah- Sungguh kami telah bertekad untuk mensucikan Iraq dan yang lainya dari kotoran para penjajah dan antek-anteknya,bisa jadi kita mati sebagai syuhada’ atau mereka yang mati sebagai orang hina,padahal yang paling akhir dari kami tidak akan mati,hingga dia liha kemenangan dengan mata kepalanya.(itulah) janji Allah [Nasyid] Kami berjalan sebagai prajurit Kami berjalan sebagai pemberani Kami berjalan sebagai prajurit Kami berjalan sebagai pemberani Kami berjalan bagai prajurit menembus rasa takut Kami berjalan tanpatakut rasa ngeri Bumi perwira ini telah tertindas oleh penjahat Hingga meriam kebenaran menggemakan keputusan Hidupkanlah peperangan (serta) sujudlah kepada Allah Beberapa hal yang membantu pendidikan iman : Pertama : Beramal hanya karena Allah semata,menjauhi ujub,riya’ dan amalnya hanya ungtuk meninggikan kalimah Allah. Kedua: Memperbanyak mendengar dan membaca Al-Qur’an,hadits-hadits nabi,buku-buku para pendahulu yang sholih lagi berperang dan artikel-artikel dari kelompok perang. Ketiga : Memusuhi,membenci dan berusaha menyerang orang-orang kafir dengan washilah apa saja. Keempat :Memuji dan menyebut-nyebut kemuliaan para mujahidin,serta menyeru manusia agar mengikuti jejak mereka,mebela kehormatan dan mengumpulkan harta (infaq) untuk mereka. Kelima:Tidak keseringan melakukan hal-hal yang mubah,membetikkan jiwa untuk melakukan operasi istisyhad dan menjadikan jiwa ini murah bagi Allah. Syaikh Mujahid Maysarah Al-Gharib –Rahimahullah- Para Ulama’ berkata,”Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlash dan paling benar.” Maksudnya adalah (yang dilaksanakan dengan) ikhlash dan benar.dan sebagian yang diceritakan kepada kami mengenai sebagian moyang kita para penakluk,sebuah kisah yang penuh dengan keikhlasan,ada satu pasukan yang pergi menu salah satu benteng untuk membuka (gerbangnya),benteng ini ternyata tertutup kuat dan mereka kesulitan untuk membukanya,sdangkan pada benteng ini terdapat lubang,bayangkan! Lalu banyak prajurit yang berusaha memasuki lubang ini dan mereka tidak bisa membukanya,kemudian datanglah seorang pria tak dikenal dari tengah-tengah prajurit itu,lalu pergi menuju lubang ini dan berusaha membukanya,kemudian Allah pun membukanya untuknya,maka setelah dia,benteng itu (dapat) dibuka oleh para prajurit (yang lainnya),maka setelah itu sang pemimpin pun bertanya,”siapa gerangan yang (dapat) memasuki lubang itu?”,tak ada seorang pun yang menjawab,,”siapa gerangan yang (dapat) memasuki lubang itu?”,tak ada seorang pun yang menjawab,sang pemimpin itu berkata, “aku bertekad (mengetahuinya) dengan hak-ku,dan dia harus menjawab dan datang kepadaku,kemudian dia tinggalkan perkemahan yang dijaga oleh penjaga yang menunggu pria (yang memasuki) lubang,tidak lama kemudian datanglah seorang pria,sang penjaga pun bertanya, “anda yang 9memasuki) lubang itu?” pria itu berkata,”akan kutunjukkan kepada kalian.” Maka dibiaranlah dia masuk,sang pemimpin bertanya,”Anda yang (memasuki) lubang itu ?” pria itu berkata,”aku tunjukan dia kepada kalian,namun dia minta 3 syarat.” Apakah itu? “pertama,namanya tidak diangkat pada Khalifah.Kedua,tidak ditanyai dari kabilah mana dia.Ketiga,Tidak diberi imbalan apapun terhadap apa yang dia perbuat.” Sang pemimpin berkata,”aku terima” Pria itu berkata,”akulah yang (memasuki) lubang itu.”Pria itu berkata,”akulah yang (memasuki) lubang itu.”Setelah itu,jika sang pemimpin ingin berdo’a dia ucapkan,”Yaa Allah kumpulanlah aku bersama orang yang (memasuki) lubang itu.”Yaa Allah kumpulanlah aku bersama orang yang (memasuki) lubang itu.”Hingga namapun dia tidak tahu. Ketahuilah juga wahai saudarau muslim,bahwa medan jihad ini luas,musuh-musuh Allah sangat banya dan berbagai model peperang bermacam-macam,hal ini menjadikan peperangan antara yang benar dan yang bathil menuntut keseriusan dan waktu (yang lama),maka persiapkanlah diri anda ungtuk itu,jadilah orang yang bernafas panjang,janganlah menjadi orang yang menganggap perkara ini sepele,tidak menyeluruh dan terburu-buru (menginginkan) kemenangan,yang jika sebagian waktunya mundur,tekadnya menjadi lemah,semangatnya menjadi loyo dan putus asa pun merasuk pada hati mereka,saudaraku percayalah dengan Muthlaq pada Rabb anda bahwa Dia bersama anda selama anda bersamaNya,karena sesungguhnya Dia (pasti) menolong anda selama anda menolong agama-Nya,”Jika kalian menolong (agama) Allah,Dia(pasti)menolong kalian dan meneguhkan pijakan kalian (QS Muhammad:7) Juga percayalah kepada agama anda secara muthlaq,bahwa inilah agama yang benar,yang diterima di sisi Allah –yang maha tinggi-,taruhlah kepercayaan yang besar terhadap jalan dan jama’ah (jihad) anda dan bahwa anda diatas jalan kebenaran,percayalah pada diri anda dan saudara-saudara anda,bahwa anda sekalian mampu –dengan pertolongan Allah yang maha tinggi- untuk menetapkan kebenaran dan menyatakan rusaknya kebathilan meskipun dalam tempo (yang lama). Syaikh Mujahid Abu Yaha Al-Liiby –hafizhahullah- Sesungguhnya Allah –yang maha tinggi- telah memerintahkan kepda kita dengan perintah yang jelas dalam kitab-Nya (al-Qur’an),yang dapat difahami oleh ‘alim maupun awam,”Berangkatlah (berperang) dalam keadaan ringan maupun berat dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kaian di jalan Allah” (QS At-tawbah:41),apakah ayat ini membutuhkan tafsir,takwil maupun filsafat?,tidak,ini adalah ayat yang sangat jelas,para ulama’ setuju dan seakat ada tanpa ada perselisihan diantara mereka,bahwa jika musuh telah mentergap,maksudnya telah menyerang suatu negeri kaum muslimin,maka wajib bagi penduduk negeri itu,untuk berperang melawan musuh ini hingga mereka(dapat) mengeluarkan musuh itu,jika mereka lemah,kurang atau malas,maka kewajibannya beroindah pada yang disekitarnya,beginilah seterusnya hingga kewajiban ini merata pada semua ummat ini,apakah saudara-saudara kita kaum muslimin di Iraq mampu mengusir penjajah?,apakah saudara-saudara kita para mujahidin di Afghanistan mampu mengeluarkan musuh mereka?,sedangkan kami mendengar ada orang yang menghalangi antara para pemuda dan antara orang yang berdiri(mendukung) saudara-saudaranya,aqidah apa ini?!,iman apa yang memerintahkan seorang alim,untuk menghalangi para pemuda dari menolong saudara-saudaranya? Apakah begini agama Allah yang kalian bava dalam kitab-Nya? Apakah begini syari’at Allah yang kalian baca dalam sunnah nabi-Nya-semoga Allah limpahkan berkah dan kesejahteraan-baginya,ketika ada yahudi yang membuka aurat seorang wanita muslimah,beliau serang seluruh bani Qainuqa’,beginilah agama Allah,beginilah aqidah yang kita pelajari,beginilah perintah yang kita dapatkan dalam kitab Allah,adapun falsafat,pemikiran baru,dongeng dan kesesatan (yang lainnya),semua itu tidak ada tempat bagi kita,Wahai para pemuda ummat,berangkatlah (berperang) untuk menolong saudara alian di Iraq!,berangkatlah (berperang) untuk menolong saudara alian di Afghanistan!,berangkatlah (berperang) untuk menolong saudara alian di Shomalia!,berangkatlah (berperang) untuk menolong saudara alian di Al-Jazair!,berangkatlah (berperang) untuk menolong saudara alian di Checnya!,dan jangan dengarkan berbagai syubhat syetan yang didiektekan oleh syetan kepada wali-walinya. Kita harus mengetahui beberapa urusan tertentu serta menganalisa dan memahaminya dengan pemahaman yang dalam,karena realita yang dialami ummat ini,diantaranya adalah kekelompokan,berpecah belah,perpecahan dan menyia-nyiakan kehormatan,sedangkan berkuasanya antek-antek (musuh) terhadap ummat ini,menjadikan sebagian dari tujuan ini kepda tujuan perubahan dan menjadikan angina ini sebagai angina kemenangan dan kekuasaan,maka disyari’atkannya khilafah islamiyyah,pada dasarnya adalah syari’at berpolotik menggunakan hokum-hukum Allah dan RasulNya untuk manusia,bukan (menerapkan) hukum manusia buatan manusia,agama islam semenjak berkembang lebih dari 14 abad yang lalu tidak dimodivikasi dan tidak dirubah,karna agama ini adalah hokum yang tetap relevan di segala masa dan tempat,padahal kita mendapati berbagai undang-undang yang lain dirubah dan dimodivikasi puluhan kali dan undang-undang itulah yang menjadikan manusia jatuh pada berbagai peperangan,maksiat dan kemelut,sedangkan sebagian kaum mukminin yang bertempur dengan orang-orang musyrik karena satu udzur syar’iy, hendaklah dia menghalangi orang-orang musyrik itu dari mengganggu dan memerangi kaum muslimin sesuai dengan kemampuannya,sevagaimana yang dilakukan oleh Nu’ain bin Mas’ud –semoga Allah meridhainya- terhadap pasukan ahzab dan orangorang yaudi Bani Quraydhah pada hari (perang) Khandaq.(telah) dimaklumi oleh orang yang menyelami apa yang ada dalam peperangan dan masuk medan jihad,bahwa kekuatan fisik dannkecakapan yang tinggi adalah satu elemen dasar dari berbagai elemen kekuatan seorang mujahid untuk bermanuver,menyerang,mundur dan mengalahkan musuh,ingatlah akal tidak bisa memahami bahwa badan besar yang memiliki kecakapan mampu menjalankan misi peraang dengan benar,namun terkadang juga dapat menjadi pembantu bagi saudara-saudaranya Ada banyak washilah untuk menguatkan fisik yang layak diperhatikan oleh orang yang melakukan persiapan jihad,diantaranya; Pertama : Menghindari erlebihan dalam makan,minum dan tidur,karena hal itu bagian dari ber-mewah-mewah. Kedua: Jalan jauh,mendaki gunung,(mengadakan) perlombaan,renang,naik kuda dan simulasi perang. Ketiga : Berlatih menggali parit,menyekop dan menutup tanah dengan baik. Keempat : Berlatih mengendarai sepeda motor dan mengemudikan berbagai jenis mobil besar maupun kecil. Syaikh Yusuf Al-‘Uyairy –semoga Allah yang maha tunggi menyayanginya- berkata,”Sesungguhnya kecakapan seorang mujahid,kemampuannya untuk lari jarak jauh,dan kemampuannya mengerahkan kekuatan badan untu waktu yang lama,adalah factor utama unuk bermain dengan bagus di lapangan,karena terkadang seorang mujahid professional dalam menggunakan senjata,namun disebabkan tidak adanya kecakapan,dia tida mampu memilih tempat yang cocok untuk menembak,dia juga tidak akan mampu melompati dinding dan menaiki gedung untuk menyisirinya,semua itu disebabkan tidak adanya kecakapan fisik,sedangkan mujahid yang memiliki kecaapan tinggi,memungkinkan untuk menyelesaikan segala pekerjaannya dengan baik,hingga meskipun kemampuanya menggunakan senjata belum sampai pada level professional,karena dia mampu untuk ber-manuver dan mengambil tempat yang bagus untuk menembak,serta mampu menyelesaikan targetnya dengan cepat dan ringan,beban tubuh juga tidak akan menjadikannya bingung dalam berfikir dan bergera cepat,dari sini dapat kita ketahui bahwa kecakapan fisik adalah fokus penting bagi mujahid,khususnya di medan kota. [Nasyid] Bangsa ksatria yang mulia meskipun dalam keadaan tertindas Tetap berjalan dengan izin Allah Tetap berjalan dengan pertolongan Allah Menuju sebuah tujuan suci dan Dia Maha Mampu Kami tak akan melenceng (dan) tak kan melemah Karena Allah pasti menolong Meskipun setelah Waktu (yang lama) (tetap) Berjalan dengan Izin Allah (Tetap) berjalan dengan pertolongan Allah Menuju sebuah tujuan suci dan Dia Maha Mampu Sesungguhnya persiapan militeristik harus berbentuk teori dan praktek,karena terkadang seseorang ada kelapangan untuk berlatih menggunakan senjata,dan terkadang taka da kelapangan baginya kecuali untuk berlatih tanpa menembakkan(senjatanya),sedangkan setiap negeri memiliki kadar sendiri-sendiri,pelatihan ini dimulai dengan pisau serta berbagai senjata ringan,dan (dilanjutkan) dengan bom/peledak,racun,pelontar,tank,strategi perang,(latihan) membunuh,begitu juga dengan (latihan) security dan intelijen dan diakhiri dengan (melatih) sebagian besar kemampuan perang dan senjata-senjata pemusnah masal,mana saja dari hal itu yang sudah ditangan,(dapat) digunakan menyerang target yang sesuai baginya. [Nasyid] Kami (bagai) singa yang tidak takut berperang Juga (bagai) elang yang (terbang) tingii di langit Punggung kuda adalah tempat tidur kami Padanya kami telah mewarisi keberanian Kami adalah ksatria yang berbaring di atas kuda Jika penyeru memanggil,kami sambut seruan itu Di Jalan Allah kami hidup dan mati Hidup dengan mula atau mati untuk berkorban Ketika penyeru memanggil untuk….. membela Islam,Niscaya kami sambut seruan itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah yang maha tinggi menyayanginya- Berkata,”masing-masing amal (berikut) ini memiliki kondisi yang layak,yang kondisi itu lebih utama dari (amal) lainnya,yaitu (menggunakan) pedang kontak dengan musuh,menikam ketika dekat dengannya,menembak/atau memanah ketika jauh darinya atau ketika ada penghalang seperti sungai,benteng dan yang sejenisnya,maka apa saja yang dapat mengalahkan musuh dan bermanfaat bagi kaum muslimin itulah yang lebih baik.” (Majmu’Fatawa9/28),hingga disini perkataan beliau –semoga Allah menyayanginya- Tidak diragukan lagi bahwa media informasi memiliki peran untuk mengenalkan jihad dan mujahidin,menyampaikan berita kemenangan kaum muslimin dan tujuan orang-orang kafir,mengambil manfaat dari media informasi dalam perang psikologi melawan orang-orang kafir,serta mengangkat semangat mujahidin dan kaum muslimin secara umum,dimana metode perang psiologi dengan media massa ini menjadi sarana yang penting untuk menghancurkan semangat dan psikis musuh serta(untuk) mengalahkan mereka,media informasi jihad adalah media yang berdiri diatas kejujuran,transparan,sesuai kenyataan,memperingatkan (ummat) dari kedustaan,penipuan dan pencampuradukkan kesalahan,sedangkan perannya secara ringkas menyampaikan pesan dengan transparan dan amanah,Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir –semoga Allah yang Maha Tinggi menyayanginya- berkata,”Persiapan (dalam bidang) media informasi,sesungguhnya pertempuran para mujahidin melawan musuh-musuh mereka,hari ini berlangsung pada 2 poros utama,pertama,poros militer dan ini telah dijelaskan sebelumnya,kedua,poros konfrontasi dengan media informasi setan yang telah menghapus identitas ummat,memalingkan aqidah dan harga diri mereka,serta meletakkan dasar ketergantungan dan (menimbulkan) kekalahan psikis,karena lahar dari peluru media massa lebih mematikan,serta lebih berbahaya untuk ummat dan kaum prianya daripada panasnya peluru pesawat,karena itu selayaknya para mujahidin yang telah Allah berikan kesuksesan untuk menghancurkan kekuatan musuh mereka di bidang militer,hendaknya mereka juga mempertahankan medan yang lainnya,yakni medan media informasi,di dalam Al-musnad,dari Anas –Semoga Allah meridhainnya-,rauslullah SAW berkata,”Jihadlah (melawan0 orang-orang musyrik dengan lisan kalian”,Masih dalam Al-Musnad juga,dari ka’ab bin Malilk dari bapanya berkata,Rasulullah SAW berkata,”sesungguhnya seorang mukmin berjihad dengan pedang dan dengan lisannya,demi Dzat yang jiwaku ada di tanban-Nya,kalian melempar (menyerang) musuh denganlisan adalah (seperti) melempar panah.” Dahulu Rasulullah SAW melaksanakan cara yang paling berpengaruh di bidang media di zamannya,dan yang paling membekas pada psikis musuh beliau,ketahuilah cara itu adalah sya’ir,kita dapat meringkas sebagian tujuan media informasi islam pada titik-titik yang paling penting; A.Membela kehormatan kaum muslimin dan ideology mereka. B.Mengangkat semangat pemuda ummat ini,dan khususnya adalah para mujahidin. C.Membongkar berbagai kedustaan ideology dan akhlaq orang-orang kafir dan murtaddin,menujukkan kepada ummat ini hakikat sampah kebudayaan mereka dan kepalsuan barang dagangan mereka,menahan hawa nafsu mereka dalam menindas kaum muslimin serta menyebarkan rasa takut pada diri mereka. D.Menyampaikan gambaran yang sebenarnya mengenai hakikat pertempuran yang berlangsung antara pahlawan millah dan antara musuh-musuh mereka serta mendokumentasikan hakikat kepahlawan para pemuda islam,karena khawatir kepahlawanan mereka tersia-siakan atau dirampas oleh para penjual darah. Orang yang beramal di Jalan Allah dan para mujahidin haruslah terjun memerangi media massa di lembaran-lembaran Koran dan majalah,demiian juga hendaknya mereka bekerja di sela-sela jaringan infrmasi internet dan dari minbar-minbar yang membicarakan kebenaran untuk menghilangkan syubhat-syubhat dengan hujjah (argumentasi) dan menghilangkan keraguan dengan keyakinan,hendaknya mereka juga mengungkap kebathilan orang-orang yang berbuat bathil,kebathilan para penyebar rumor dan kebathilan para penggembos yang menghalangi (jihad),Syaikh Abu Umar As-Sayf –semoga Allah yang maha tinggi menyayanginya- berkata,”sesungguhnya tidak membela,tidak berpartisipasi dalam jihad dan mencukupkan diri dengan mengikuti berita-berita mujahidin dari jauh melalui berbagai media massa yang berupa audio,visual dan bacaan yang berbeda-beda,sesungguhnya hal ini adalah bagian dari sifat orang-orang munafiq,yang Allah telah berbicara mengenai (keadaan) mereka : “….Dan jika golongan-golongan itu datang (kembali),niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang arab baduwi,sambil menanyakan tentang berita-berita mereka.” (QS Al-Ahzab:20),Hingga disini perkataan beliau –semoga Allah menyayanginya- Allah –Yang Maha Tinggi-Berfirman,”Dan persiapkanlah kekuatan apa saja yang kalian mampui untuk (menghadapi) mereka.”(QS Al-Anfal:36), Penulis kitab Adh-Waa’ul Bayaan berkata,”ini adalah perintah yang mengharuskan untuk mempersiapkan kekuatan dengan kemampuan,walaupun kekuatan itu sampai pada perkembangan yang tidak pernah sampai (sebelumnya),maka ini adalah perintah yang mengharuskan untuk menyesuaikan dengan perkembangan urusan dunia.”Hingga disini perkataan beliau-Rahimahullah- Maka pembuatan senjata merupakan perkara nesar yang dapa membantu jihad di jalan Allah,dan ini adalah apa yang hari ini disebut dengan industry militer,sungguh Allah telah menyebutkan industry ini tidak (hanya) di satu tempat dalam kitab-Nya,bahkan Dia menyebutkan bagian yang paling rinci,lalu Allah -Yang Maha Suci- Berkata,”Dan kami telah mengajarinya membuat labus bagi kalian,untuk melindungi kalian dari serangan terhadap kalian,maka apakah kalian mau bersyukur?” (QS.Al-Anbiya’:80),Ath-Thabary-semoga Allah menyayanginya-Berkata,”Dan kami telah mengajari Dawud membuat labus bagi kalian,labus dalam bahasa arab adalah segala(jenis) senjata,sama saja apakah itu besi,rompi besi,pedang ataupun tombak.sedangkan Ibnu Katsir berkata,”Maksudnya adalah pembuatan baju besi.” Selesai. Allah Rabb kemuliaan telah menyebutkan sifat baju besi dengan berkata,”Buatlah baju besi dan tentukanlah ukuran lubangnya.” (QS.Saba’:11),maksudnya adalah baju besi yang lebar dan panjang,(Firman Allah) “Tentukanlah ukuran lubangnya.”didalam Adh-waa’ul Bayaan disebutkan,”Maksudnya jadikanlah lingkaran dan sekrup dalam pembuatan baju besi itu sesuai ukurannya.”Hingga disini. Ibnu Katsir meriwayatkan dari Qatadah,”sesungguhnya baju besi dahulunya adalah lempengan besi tipis dan dia (Dawud) adalah orang pertama yang memberinya lubang.” Hingga di sini.Dari yang telah disebutkan,dapat anda ketahui perhatian Ilahi terhadap pembuatan baju besi hingga Allah menyebutkan dengan sangat rincinya dan Dia karuniakan baju besi itu pada hamba-hamba-Nya,maka apakah kalian (mau) bersyukur?,sangat disayangkan,sesungguhnya kebanyakan Mujahid atau mayoritas mereka tidak memperhatikan 9penggunaan) baju besi dalam peperangan kita melawan musuh kita,padahal didalamnya terdapat banyak manfaat. Beberapa manfaat Baju Besi/Baju anti peluru: Yang paling urgen adalah menjaga jiwa mujahid sebagai sesuatu yang paling mahal bagi kami,dari tembakan musuh dan serpihan bom mereka. Kedua,menjadikan mujahid aman tidak terkena serangan pada tempat-tempat mematikan yang dapat menghalanginya dari jihad atau menjadikannya hilang konsentrasi sehingga setelah terkena serangan dia (tetap) tinggal di medan perang yang menjadikannya berpeluang tertawan musuh. Ketiga,membantu mujahid untuk sampai lebih dekat kepada tempat musuh,khususnya bagi para pahlawan penyerbuan dan singa-singa pelaku operasi istisyhad. Terakhir kita bukanlah orang yang lebih pemberani dari Rasulullah SAW,sedangkan dahulu beliau (juga) memiliki baju besi. Termasuk dalam urutan I’dad adalah mempelajari ilmu-ilmu praktis seperti pengobatan,eingneering,kimia,administrasi,ekonomi, (system) computer,mekanik dan listrik,karena medan jihad sangat membutuhkan kapabilitas terhadap itu semua,sungguh Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir menyeru mereka yang memiliki kapabilitas itu dengan berkata,”Pesanku yang terakhir…kepada orang yang memiliki kemampuan spesial/istimewa dan (memiliki) pengalaman tinggi dari kalangan ilmuwan kimia,fisika,manejemen,elektronika,media informasi dan seluruh bidang-bidang khusus,juga khususnya ilmuwan atom dan (dibidang) explosives engineering,kami katakana,kami sangat membutuhkan kalian,karena medan jihad akan menyambut kesungguhan ilmu kalian,sedangkan tentara amerika dengan keluasan bidang (sasarannya),adalah lading yang bagus untuk experiment bom konvensional kalian (yang terbuat) dari mikroba dan kuman –sebagaimana mereka(biasa) menyebutnya- Tidak diragukan lagi bahwa harta adalah uratnya jihad,dan termasuk manfaat yang paling besar bagi para mujahidin dan jihad,adalah berdirinya sekelompok kecil dari ummat ini untuk mengumpulkan shadaqah dan mengirimkannya kepada ahluts-tsughur,dan hal itu dapat memberikan pengaruh besar yang tak diragukan oleh seorang pun,hal inilah yang menjadikan orang-orang kafir di dunia ini bingung,dimana mereka telah membekukan berbagai petunjuk para mujahidin dan mempersulit orang yang (ingin) membantu mereka,akan tetapi dengan karunia Allah semata,para mujahidin masih berjalan diatas jalan mereka,orang yang menyelisihi dan menghalangi mereka tidak (bias) membahayakan mereka. Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin –Rahimahullah- Sungguh-dengan karunia Allah- saya telah hadir (mengikuti) jihad dan saya dapat mengetahui beban financial mereka,maka zakatnya seorang dari pedagang besar kaum muslimin dapat mencukupi berbagai kemashlahatan jihad diseluruh medan yang terbuka hari ini (untuk) melawan musuh kita,sedangkan dalam zakat ada bagian untuk jihad sebagaimana yang kalian ketahui,karena orang yang bahagia adalah yang Allah-yang maha tinggi-berikan tawfiq,untuk menjadi sebab bagi menangnya diin-Nya,(untuk) membela Rasul-Nya serta menyelamatkan ummatnya –semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam baginya-Demikianlah keadaan sulit (yang menimpa) para mujahidin hari ini sama dengan keadaan pasukan yang kesulitan di masa Rasulullah SAW,bedanya (dahulu) ‘Utsman –semoga Allah meridhainya-datang dan melengkapi sebagian besar pasukan,lalu Rasulullah-semoga Allah limpahkan berjkah dan kesejahteraan baginya- berkata,”Apa yang dilakukan ‘Utsman setelah hari ini tidaklah membahayakannya.”maka siapa yang akan menjadi ‘Utsman yang dermawan (membnatu) kesulitan ini,sedangkan dia mengetahui bahwa kebanyakan bisnismen muslim tidak menahan harta mereka untuk infaq di jalan Allah karena kebakhilan mereka,namun mereka menahan dari infaq karena mereka takut terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya di suatu wilayah,aku katakana kepada mereka,”ini bukanlah udzur,hanya saja kalian berada dalam negeri ujian dan cobaan,maka ingatlah terhadap firman Allah-yang maha tinggi-,”Apakah kalian takut kepada mereka?padahal Allah lebih berhak untuk kalian takuti jika kalian orang-orang yang beriman.”(QS At-Tawbah:13) Hendaknya dalam jihad inimdia mengushakan agar kalimat tawhid ini mnejadi tinggi,bukan untuk yang lainnya,maka tidak (boleh) berperang karena terdorong fanatisme kelompok,suku dan nasionalisme,sungguh hendaknya seorang muslim yang cerdik mengerti,bahwa musuhnya tidak pernah berhenti diwaktu siang dan malam untuk melepaskan mereka dari agama mereka dan untuk melepaskan identitas mereka sebagai muslim,si musuh mengarahkan segala yang dia mampu untuk memberantas orang-orang islam hingga ke akar2nya,lalu mereka mengembangkan berbagai metode perang dan pengrusakan yang menjadikan orang yang lemah iman dan tawakkal-nya menjadi berputus asa lagi gentar,dalam perang si musuh mengandalkan untuk tidak langsung berhadapan,sesuai dengan kebenaran firman Allah –yang maha suci lagi tinggi-,”Mereka semua tidak memerangi kalian dengan bersatu padu,kecuali dari dalam benteng atau dari belakang tembok.”(QS Al-Hasyr:14) Sedangkan termasuk dari hal itu adalah pesawat pengintai dengan berbagai modelnya,terkadang musuh meletakkan diatas pesawat itu lingkaran radar raksasa,mereka mengklaim bahwa alat itu dapat mengetahui apa yang ada di bawah tanah,tidak akan meleset dari targetnya dan musuh pun tidak akan selamat,namun ternyata wali-wali Allah telah melenyapkan berbagai alat ini dan menampakkan hakikatnya kepada orang-orang,mereka jelaskan adanya penjagaan Allah terhadap para hamba-Nya dan kebersamaan Allah pada mereka,sungguh musuh telah mengembangkan berbagai pesawat ini,diantaranya ada yang mampu dikendalikan oleh berbagai personel dan diantaranya ada yang cukup dikendalikan dari bumi tanpa adanya pilot,diantaranya ada yang tidak harus menggunakan landasan untuk menerbangkan atau mendarat,sebagian yang lain dapat dibawa dengan mobil dan diterbangkan dengan tangan,(lalu) pesawat itu melakukan pengambilan gambar di waktu siang dan malam serta dokumentasi diwaktu panas,sebagian juga ada yang dilengkapi dengan peluru kendali,ada yang mampu mengikuti gelombang suara dan gelombang wireless,biasanya pesawat pengintai ini berukuran kecil,dan sedikit mengeluarkan suara,sesuai dengang keperluannya,namun harus diwaspadai ketika pesawat ini lewat,hal ini karena keistimewaan suara dan bentuknya dibandingkan pesawat-pesawat lainnya,ada kemungkinan untuk menghidar darinya,yakni dengan sangat waspada dalam menggunakan berbagai peralatan wireless dan dalam menggunakan berbagai metode persembunyian,seperti (dengan) pohon,yang semisalnya dan yang lainnya,sungguh Allah telah memebrikan kemampuan pada mujahidin untuk menjatuhkan puluhan pesawat itu dan membogkar berhala yang disembah itu dengan karunia Allah semata. Api itu akan kami hancurkan dengan peluru kami Kami akan melenyapkan kehinaan itu Santailah(sebentar) Wahai Musuh-musuh Allah Kami akan hancurkan kalian Wahai penjahat Aku kan membela agamaku dengan darahku Akan aku kalahkan semua berhala itu Akan ku jatuhkan panji-panji kelaliman Dan kan ku tinggikan cahaya Islam Akan aku kalahkan semua berhala itu Dan akan ku tinggikan panji islam Akan aku kalahkan semua berhala itu Dan akan ku tinggikan panji islam Aku akan membela bumiku dengan darahku Akan ku tolak kejahatan dari negeriku Sesungguhnya wanita muslimah memiliki peran besar dalam perang salib baru ini,terkadang ia menjadi penghalang besar bagi kemenangan dan kemuliaan islam,dapat dipahami kebalikannya,sungguh terkadang wanita menjadi factor penting dalam kemenangan (proses) kemenangan islam,syaratnya dia(mau0 melaksanakan peranya dengan keberanian dan pengorbanan,karena sesungguhnya wanita itu jika menerima suatu perkara,dia akan menjadi pendorong yang kuat bagi pria untuk (melawan) musuh-musuhnya,demikain sebaliknya,wanita juga tempat lahirnya laki-laki dan penjaga tanaman,hingga ketika mereka menjadi kuat(maka) tengoklah (akan)tampak jelas peranannya bagi kita,sedangkan ketika wanita merusak tidak menjalankan kewajibannya dalam peperangan ini,bersenda gurau atau berperan sebagai pelemah semangat,maka hal itu menjadi awal munculnya kekalahan dan (menjadi) jalan kerugian,benarlah kata orang,”dibelakang laki-laki agung(pasti) ada wanita.” Jihad adalah wisata bagiku Sesungguhnya diterapkannya agama Allah-yang maha tinggi-,akan membawanya kepada kebahagiaan dan keadilan bagi manusia,bukan membawa pada kesengsaraan dan kelemahan,maka orang yang mengambil agama sesuai dengan kehendak Allah-Yang Maha tinggi-,dengan moderat,pemahaman dan perhatian akan dia dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat,Allah –yang maha tinggi- berfirman,”Siapa saja yang beramal shalih dari kalangan pria atau wanita sedangkan dia seorang yang beriman,maka akan diberikan kepadanya kehidupan yang baik.”(QS An-Nahl:97) Kehidupan yang baik meliputi berbagai sisi ketenangan dari arah mana saja. Sesungguhnya Allah akan menolong siapa saja yang menolong Diin-Nya Syaikh Mujahid Abu Mush’ab Az-Zarqawiy-rahimahullah- Wahai kuda Allah berangkatlah! Wahai pembawa bendera bangkitlah! Dimanakah singa-singa (kota)Anbar?! Dimanakah singa-singa (kota)Shalaahud-Din?! Dimanakah laki-laki (kota) Baghdad?! Dimanakah ksatria (kota)Naynawa dan pahlawan Diyala?! Dimanakah tentara Kurdistan?! Dimanakah kalian Wahai singa-singa tawhid?! Wahai anak-cucu Khalid,Mutsanna,Sa’ad,Miqdad dan Shalahud-Diin! Dimanakah Muhajiriin?! Dimanakah kaum Anshar?! Dimanakah orang-orang yang menghafal (surat) At-Tawbah dan al Anfal?! Dimanakah orang-orang yang menghafal dua surat;Al-Fath dan al-Qital?! Wahai pelopor Ummat;Siapakah yang akan membela inu-ibu yang kehilangan anaknya?! Siapakah yang akan membela wanita-wanita di penjara salibis?! Siapakah yang akan membela wanita-wanita suci di penjara Rafidhah pendengki?! Ya Allah tidak ada kehidupan (yang kekal) kecuali kehidupan di Akhirat.. Maka menangkanlah kaum Anshar dan Muhajir.. Sekarang,waktunya dia kembali Menggoncang pilar-pilar alam ini Dia digariskan oleh tekad para tentara Dalam tekad itu,dia kibarkan bendera “tidak akan” Ukirlah di awal tahun-tahun ini Dan pada dahi para penjahat Bahwa kami adalah tentara kaum muslimin Di ala mini,Siapakah yang seperti kami?! Kami tidak akan hina dan tidak akan lemah Tidak! Kami tidak akan takut pada kematian Kami akan(tetap) berjalan (menyerang) mereka Sorbanlah (yang akan menjadi0kafan bagi mereka Maka saksikanlah kami wahai waktu Suara Amirul Mukminiin Syaikh Abu ‘Umar Al- Baghdadi –hafizhahullah- Saya sampaikan kepada kaum muslimin disetiap tempat,terhadap orang-orang yang melancarkan serangan sengit(dibidang)militer dan media informasi,pada dawlah islam di negeri Rafydhain,janganlah kalian merasa takut dan khawatir terhadap jihad di Iraq ,dan persiapkan diri kalian,karena sungguh telah pecah kerasnya gelombang,sungguh bangunan yang terbuat dari tulang belulang para syuhada’ dan adonan tanahnya diolah dengan darah orang-orang mulia adalah bangunan mempesona,lebih kokoh dari gunung dan hasilnya lebih kuat dari bintang,Maha suci Allah yang maha pengasih lagi penyayang,(bagaimana bisa) pengorbanan mereka hilang begitu saja,sungguh yang membawa panji ini setelah mereka adalah singa-singa yang keras terhadap musuhnya,namun saling berkasih saying diantara mereka. Shalih ‘Awwad Al-Mughamisi Kaum muslimin di negeri ini telah membai’at anda sebagai raja bagi negeri ini,sebagai pelayan bagi dua tanah suci,sebagai imam dan waliyul amri bagi kaum muslimin,maka anda enggan-semoga Allah menjaga dan memelihara anda-kecuali untuk memilih jalan yang sulit,namun itu adalah jalan yang lebih dekat pada puncak kemuliaan dan gelar keluhuran,demi mengikuti dua orang yang mendapat cahaya Abu Bakar dan ‘umar-semoga Allah meridhai mereka semua- Tidak diragukan bahwa banyaknya para penggembos dan penyebar rumor (pasti) memberikan pengaruh terhadap spirit para mujahidin,hanya saja -dengan izin Allah-mereka tidak dapat menghentikan perjalanan para mujahidin,karena para mujahidin sebagaimana disifati oleh Nabi SAW.”orang yang menyelisihi dan menelantarkan mereka tidak bias membahayakan mereka.”namun selayaknya (harus) ada motivasi untuk para mujahidin,menguatkan kekuatan mereka,mendukung mereka,membantu mereka dan hendaknya kita tampakkan bahwa kita bersama mereka serta melawan musuh mereka siapapun dia,wahai saudaraku yang muslim,wahai yang tertinggal dari barisan dan azzamnya terbelenggu oleh thaghut,jika anda berusaha untuk berangkat (perang) namun belum berhasil,maka ketahuilah bahwa ibeban(kewajiban) ini tidak gugur setelah itu,sedangkan persiapan (I’dad) untuk jihad tidakklah terikat dengan suatu apapun,padahal anda telah melihat sekelompok orang-orang jujur bisa saja melaksanakan I’dad untuk jihad di tempat manapun yang mereka miliki,rumah,kebun, padang pasir dan gunung,semuanya adalah tempat bagi orang-orang jujur yang memiliki keinginan,yang memungkinkan bagi mereka untuk banyak belajar,seperti menggali parit,menyembunyikan senjata dan yang semisalnya,demikian juga dengan hal itu dapat kita gunakan untuk melakukan experiment militer,sedangkan di bidang (ilmu) produksi dan peledakan,carilah di berbagai situs dan forum-forum(jihady),dan hal itu telah ada disana,maka kenapa tenang-tenag saja dan takut? Apakah kalian takut kepada thaghut dan antek-anteknya?.”padahal Allahlah yang lebih berhak kalian takuti jika kalian beriman.” (WS At-Tawbah:13),meskipun berbagai metode dan alat pengintai mereka berkembang,maka hal itu (tetap) lemah di depan penjagaan Allah bagi hamba-Nya yang beriman,dan siapa yang hidup di bumi Jihad (dapat) mengetahui hal itu dengan baik,sebagaimana yang kalian lihat,inilah salah satu misil(tentara)Amerika yang mereka tembakkan kepada para mujahidin,bahkan juga kepada kaum muslimin awam!akan tetapi Allah–yang maha suci lagi tinggi- dengan penjagaan dan perhatiannya,dia jadikan tidak aktif dan tidak meledak,hanya milik Allahlah segala puji dan karunia,sekarang kami mengambilnya dan akan kami kembalikan-jika Allah yang maha tinggi menghendaki,dan kita letakkan pada kejahatan mereka –jika Allah yang maha tinggi menghendaki,kita meminta kepada Allah agar menimpakan-nya di leher musuh-Nya dan musuh diin ini,termasuk ameria dan aliansinya dari kalangan murtaddin serta siapa saja yang membantunya,semoga Allah yang maha tinggi mengabulkan do’a kita,lalu menjadikannya menimpa leher dan hati mereka. Wahai para pemuda islam,berangkatlah sebelum hilangnya waktu(kalian),dan kerjakanlah sebab-sebab nyata bagi orang yang benar-benar ingin berangkat (berperang),Allah yang maha tinggi berfirman,”kalau saja mereka ingin keluar(untuk perang),pasti mereka menyiapkan bekal,akan tetapi Allah benci terhadap keberangkatan mereka,maka Allah melemahkan (kemauan) mereka dan dikatakan kepada mereka “duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk”(QS At-Tawbah:46),sungguh waktu itu telah dekat,pagi hamper terbit,para thaghut pun telah mendapat giliran buruk,pertemuan untuk jihad semakin luas dan bagi mereka kartu-kartu itu telah bercampur,maka janganlah kalian tertinggal di perjalanan,Allah –yang maha tinggi- berfirman.”Tidakklah sama orang yang verinfaq diantara kalian sebelum penaklukan (makkah) dan berperang,mereka itu orang-orang yang derajatnya besar dari orang-orang yang berinfaq setelah (penaklukan makkah).” (QS Al-Hadid:10). Kalimat dari sang istisyhady Haji Abu Muhammad al-Mishry-Rahimahullah- “kenapa jika dikatakan kepada kalian “berangkatlah (beroerang) di jalan Allah”kalian menjadi berat(meninggalkan)bumi?” (QS At-Tawbah:38),tidaklah seorang pun yang memikirkan jihad di jalan Allah,kecuali setan akan datang dan menakut-nakutinya untuk melemahkannya dengan seluruh berbagai macam cara,akan tetapi jika kita ingat terhadap perkataan seorang shahabat mulia Abdullah bin Rawahah-semoga Allah meridhainya-,ketika beliau berkata,”Wahai jiwa,jika engkau tidak terbunuh eangkau tetap akan mati”, jika ajal (telah) ditetapkan (demikian),mata para pengkhianat tidaklah akan (bisa) tidur,akan tetapi apa udzur dihadapan rabb semesta alam? Setelah Dia-yang maha suci lagi tinggi-berkata pada kita,’berperanglah kalian dalam keadaan ringan dan berat.”(QS At-Tawbah:41),apakah masih ada alas an? Hendaknya setiap orang diantara kita bertanya pada dirinya,jika wanita yang direnggut kehormatannya adalah kakak/adik anda,isteri anda,puteri anda atau ibu anda,apa yang(harus) dilaukan?,apaah dia rela terhadap hal itu? Dan alas an apakah yang akan disampaikan pada Allah rabb semesta alam-yang maha suci lagi tinggi-?,apa yang dia lakukan untuk mengangkat kehinaan dari ummat ini.?,apa yang dilakukan dalam kehinaan yang ada dalam ummat islam ini?,demi Allah ukuran ummat islam telah diketahui oleh para penyembah salib dan keturunan babi serta kera,mereka mengetahui nilai ummat islam,maka mereka bersumpah untuk menyusutkannya,ada juga orang yang membantu mereka untuk itu,mereka adalah orang-orang yang bantuanya sangat kuat bagi mereka,(yaitu) setiap orang yang menggembosi ummat ini dari kalangan penguasa,atau sebagian ulama’ yang mundur daru fatwa yang diwajibkan Allah-yang maha perkasa lagi mulia-,bukankah pada kalimat Rasulullah SAW,ada yang mengingatkan kita (akibat) dari meninggalkan jihad?,”jika kalian berjual-beli dengan’iinah(salah satu jenis riba),sibuk dengan cocok tanam,mengikuti ekor sapid an meninggalkan jihad,akan Allah timpakan kehinaan pada kalian yang tidak akan Dia angkat,hingga kalian kembali pada diin kalian”(hadits serupa diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad) “Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, istri-istri kamu, keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan dari jihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”. (Qs. At Taubah: 24). Semoga Allah menerima ketaatan kalian Jangan Lupakan saya dalam ketulusan do’a Shalih Antum (forum islam at-tawbah)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 18, 2013 in fiqih

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s