RSS

Tsawabit ‘Ala Darbil Jihad

26 Agu

Segala puji bagi Alloh, Dzat Yang telah mensyariatkan
ajaran yang lurus bagi kita semua serta menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus.
Semoga sholawat dan salam tercurah selalu
kepada pengajar seluruh makhluk, kepada ciptaan Alloh yang
terbaik, pemuka Bani Adam, Muhammad bin Abdulloh,
semoga sholawat terbaik dan salam paling sempurna
tercurahkan selalu kepada beliau, kepada keluarga serta
para shahabat beliau seluruhnya.
Wa ba‘du…
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap jalan perjuangan itu
ada perkara-perkara baku yang tak bisa dilanggar serta ada
hal-hal yang bersifat elastis, bisa berubah-ubah sesuai
kondisi.
Perkara yang baku tidak boleh berubah ataupun
terganggu dengan berubahnya zaman, tempat atau tokoh.
Rasa mantab dan yakin terhadap perkara baku ini karena
kebakuannya disandarkan kepada nash-nash yang kokoh dan
pengetahuan yang absolut sehingga tidak mungkin ia akan
terganti atau berubah. Perkara-perkara prinsip ini tak
ubahnya gunung yang menjulang, memiliki mercusuarmercusuar
yang sangat terang sehingga setiap orang yang
menempuh jalan bisa menja-dikannya sebagai lentera
petunjuk.
Sebaliknya dengan perkara-perkara yang elastis, ia
adalah perkara bersifat kasuistik yang muncul di antara
perkara-perkara baku, hal-hal elastis ini hanya bersifat
cabang, bukan prinsip, ia bisa berubah-ubah sesuai
perubahan zaman, tempat dan generasi. Hal-hal yang elastis
ini memiliki kaidah-kaidah syar`i bersifat umum di mana
perinciannya disesu-aikan mengikuti ilmu-ilmu pengantar
yang ditetapkan para mujtahid dengan tetap berlandaskan
dalil-dalil syar‘i, perkara ini bisa didiskusikan dan
didialogkan.
Yang menjadi fokus pembahasan kami di sini dan
khususnya di masa-masa sekarang, adalah menjelaskan rambu-rambu baku yang ditetapkan nash-nash syar`i
kaitannya dengan urusan jihad. Rambu-rambu baku ini pada
hari ini sangat-sangat perlu untuk kita aktualkan, kita
publikasikan serta kita pahami kembali.
Hari ini, kita, dalam kondisi umat yang dilanda luka
menganga yang begitu lebar, perlu kembali kepada perkaraperkara
prinsip yang kita miliki di mana mereka-mereka
yang suka melemahkan semangat kaum muslimin mulai
gencar memperbin-cangkannya kembali. Sayangnya,
mereka lantas menambah-nambahi-nya dengan tujuan
mengkaburkannya seolah perkara baku ini adalah perkara
yang justru bersifat elastis, jadi sebaiknya –kata mereka—
kita tidak usah terlalu berkomitmen dengan perkara-perkara
baku itu.
Nah, di hadapan pembaca –yang kami cintai karena
Alloh— akan kami ke tengahkan beberapa perkara baku,
bukan semuanya, yang menggam-barkan kepada kita
bagaimana jihad itu harus dilakukan.
Tujuan kami menulis perkara-perkara prinsip ini adalah
membebas-kan manhaj jihad dari berbagai belen-ggu yang
mengikatnya secara dzalim dan jahat.
Manhaj jihad hari ini menghadapi berbagai opini yang
coba menghan-curkannya, atau paling tidak usaha
membatasi dan mengikatnya dengan ikatan yang tidak
berlandaskan dalil-dalil syar`i.
Barangkali opini itu muncul dise-babkan cara memahami
yang tidak tepat diikuti penerapan yang tidak pas oleh orang
yang menyerukannya.
Salah satu penghalang di atas jalan jihad adalah sikap
merasa pandai yang ditampilkan oleh mereka yang mengaku
dirinya fakih (faham dien) yang mana mereka menetapkan
harus ada syarat-syarat begini dan begitu sebelum
melaksanakan jihad, padahal setelah dikaji tidak ada
seorang ulama Islampun sebelumnya yang mensyaratkan
seperti yang ia syaratkan.
Penghalang lain adalah muncul-nya orang-orang Islam
sendiri yang melemahkan semangat kaum musli-min lain
yang tak bosan-bosannya ‘bernyanyi’ di forum-forum pertemuan,
kata mereka jihad tidak relevan lagi di zaman
sekarang.
Sedangkan penghalang jihad yang paling utama adalah
persekong-kolan salibis yang sudah menabuh genderang
perangnya untuk membe-rangus jihad, wajar hal ini
dilakukan karena musuh sadar bahwa jihad ini mengancam kepentingan-kepentingan penjajah Amerika yang bercokol di
berbagai belahan negeri kaum muslimin.

Mempublikasikan kembali perka-ra-perkara jihad yang
baku ini dengan izin Alloh akan menjamin lurus tidak-nya
pemahaman tentang jihad sekali-gus untuk membersihkan
penghalang-penghalang yang tak sewajarnya ada dan
penghalang-penghalang jahat yang ada di atas jalan jihad.
Setelah meluruskan pemahaman, barulah kita ikat syiar
jihad ini dari sisi ruhiyah (moralitas), kemudian dari sisi
pemikiran, kemudian dari sisi manhaj, terakhir dari sisi
praktek nyata di lapangan.
Menghidupkan syiar jihad me-merlukan usaha keras
untuk mene-rangkan dan menjelaskan kepada orang.
Penjelasan di sini bukan semata penjelasan terbatas kepada
pengetahuan fikih yang jauh dari penerapan nyata, meskipun
mene-rangkan fikih ini juga diperlukan agar orang lain
faham, namun perlu sebuah metode yang mampu
menghantarkan fikih dan ibadah jihad tadi kepada realita
dalam kehidupan nyata seperti yang dilakukan Nabi SAW dan
para shahabatnya –Radhiyallohu ‘Anhum—.
Sebagai contoh membebaskan sebuah ibadah dari
belenggu-belenggu ikatan –sekedar memperjelas— misalnya
adalah ibadah sholat. Alloh men-syariatkannya kepada
orang-orang sebelum kita, tetapi Alloh mengikat
pelaksanaan ibadah ini dengan tem-pat-tempat tertentu,
seperti harus dilakukan di biara, gereja-gereja dan tempat
ibadah lain. Ketika Alloh syariatkan sholat kepada umat
Muhammad SAW, Alloh bebaskan ibadah sholat ini dari
ikatan tempat, maka Alloh memberikan kepada Nabi SAW
apa yang tidak Dia berikan kepada nabi sebelum beliau,
seperti yang tercantum dalam Shohih Bukhori Muslim
bahwasanya Rosululloh SAW bersabda –dalam riwayat
Jabir—,
(  و  جعَِل  ت لِ  ي ْالأَ  ر  ض م  سجِدًا  و ُ ط  ه  ورًا  وأَي  ما  ر  جلٌ مِ  ن ُأمتِ  ي َأ  د  ر َ كته الص َ لاُة َفْلي  صلِّ)
“Dan tanah dijadikan masjid dan suci bagiku, maka di mana
saja seseorang dari umatku masuk waktu sholat, hendaknya
ia sholat,”
Jadilah tanah itu semuanya bisa untuk sholat kecuali
tujuh tempat yang dikecualikan berdasarkan nash-nash lain,
itupan dalam kalau dalam kondisi lapang, bukan terpaksa.
Membebaskan ibadah ini dari belenggu ikatan tadi
menjadikan setiap hamba mudah sekali untuk
melaksanakannya.

Yang perlu dicatat di sini, peletakan dan penghapusan
ikatan seperti ini merupakan syariat dari Alloh SWT karena
hikmah yang diketahui-Nya.
Sekarang, dalam menjelaskan prinsip-prinsip baku
dalam jihad, kami mencoba menghilangkan belenggubelenggu
yang datang tak bertanggung jawab, belenggubelenggu
buruk dan jahat yang disematkan sampah-sampah
berujud manusia, mereka ini membenturkan belenggu
tersebut dengan nash-nash syar`i yang sudah jelas
kesahihan dan maksud isinya.
Sebagai contoh, ada di antara mereka kita dengar
mengatakan bahwa melawan arus kebudayaan-kebudayaan
modern sama artinya dengan kehancuran dan keterpurukan
dan Islam berlepas diri darinya, kita harus melakukan
adaptasi dengan kebudayaan, kita perlu perdamaian dan
membuang jauh-jauh aksi-aksi kekerasan serta perlawanan
bersenja-ta (baca: jihad).
Kita juga saksikan, tak terhitung lagi orang-orang yang
bergabung dalam muktamar-muktamar yang tujuannya
memerangi syiar jihad atau memberangusnya dengan
mengatas namakan sikap toleransi, Islam yang moderat,
pendekatan antar agama secara dialog.
Alangkah kontrasnya sikap restu orang-orang yang
mengaku Islam ini dengan persekongkolan salibis yang
sudah sangat-sangat jelas memulai serangan agresifnya
terhadap jihad dan mujahidin.
Kita juga melihat diri kita sedang berhadapan dengan
orang-orang Islam sendir yang jumlahnya tidak sedikit,
mereka ini ikut ‘mengamini’ muktamar-muktamar dan
forum-forum pertemuan yang diadakan dalam rangka
memerangi jihad, walaupun mereka mengganti label jihad
dengan jargon perang melawan kekerasan atau perang
melawan terorisme.
Maka dalam rangka menyambung keterangan ramburambu
jihad yang bersifat baku serta dalam rangka
menangkal statemen-statemen yang hendak menggulingkan
jihad di sana sini, terlebih dahulu kita bahas dua rambu
prinsip. Dengan memahami keduanya, ketidak adilan yang
muncul dalam menilai jihad akan hilang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 26, 2013 in fiqih, tokoh jihadi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s