RSS

Pernyataan Syeikh Usamah bin Laadin tentang WTC

15 Sep

osama-bin-laden

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Alloh, kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, memohon ampunan kepadaNya, dan berlindung kepadaNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami … dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Alloh, yang Maha Esa dan tidak ada sekutu baginya, dan saya bersaksi bahwsanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Ammaa ba’du …

Lihatlah, Amerika baru saja ditimpa bencana dari Alloh SWT dalam salah satu liang kematiannya. Alloh telah menghancurkan gedung terbesar yang dimilikinya, maka segala puji syukur hanyalah untuk Alloh. Lihatlah, kini Amerika tengah diselimuti rasa takut, sejak dari utara hingga selatan, timur dan baratnya, maka segala puji syukur hanya untuk Alloh. Apa yang dirasakan oleh Amerika hari ini sangatlah kecil dibandingkan apa yang kita rasakan sejak puluhan tahun. Umat kita sejak delapan puluh sekian tahun merasakan kehinaan ini. Anak-anaknya dibunuh, darahnya ditumpahkan, tanah sucinya dinodai, serta dipaksa menerapkan hukum selain hukum yang diturunkan oleh Alloh, tetapi tidak ada yang peduli dan bereaksi. Ketika Alloh memberikan taufiq kepada salah satu bintang dari bintang-bintang Islam, salah satu kelompok garda terdepan dari garda-garda Islam, Alloh memberikan kemenangan kepada mereka, sehingga mereka berhasil menghancurkan Amerika dengan dahsyat, saya memohon kepada Alloh agar meninggikan kedudukan mereka (para pelakunya) dan mengaruniakan kepada mereka syurga firdaus yang paling tinggi, karena Dia adalah yang berwenang dan berkuasa untuk itu. Ketika mereka melakukan pembalasan untuk putra-putra mereka yang lemah serta saudara-saudara mereka di Palestina dan di kebanyakan negeri Islam, maka seluruh dunia ribut. Orang-orang kafir ribut dan diikuti oleh orang-orang munafik. Satu juta anak tak berdosa dibunuh hingga saat saya berbicara ini, dibunuhi di Irak tanpa ada dosa yang pernah mereka lakukan, tetapi kita tidak mendengar ada yang mengecam, kita tidak mendengar fatwa dari pemerintah dan penguasa. Pada hari-hari ini, tank-tank dan kendaraan-kendaraan militer Israel memasuki tanah Palestina untuk merusaknya, di Jenin, Ramallah, Rafah, Baitjala, dan tanah-tanah Islam lainnya, tetapi kita tidak mendengar orang yang bersuara lantang atau terusik. Namun, setelah delapanpuluh tahun berlalu, sebilah pedang datang menebas Amerika, maka muncul dan nongollah orang-orang munafik dengan kepalanya, berduka cita dan ikut prihatin atas apa yang menimpa orang-orang yang telah membunuh dan mempermainkan darah, kehormatan dan tanah suci umat Islam. Paling tidak, orang-orang semacam ini layak disebut sebagai orang fasik yang mengikuti kebatilan. Mereka membela penjagal seraya mengabaikan orang-orang yang dibantainya. Mereka membela orang yang mendholimi anak-anak yang tak berdosa. Cukuplah Alloh yang membuat perhitungan dengan mereka, semoga Alloh SWT memperlihatkan kepada kita hukuman setimpal yang layak mereka dapatkan. Saya katakan, persoalan ini jelas dan gamblang. Setiap muslim sepatutnya memahami, sesudah peristiwa ini dan sesudah para tokoh yang bertanggung jawab di Amerika Serikat, bermula dari dedengkot kekafiran internasional, Bush, dan orang-orang yang menyertainya. Mereka telah berangkat dengan psukan kavaleri dan infantrinya untuk mengeroyok kita, sampai-sampai mereka juga mengikutsertakan negara-negara yang mengaku sebagai negara Muslim, untuk menyerang sekelompok kecil yang muncul untuk menyatakan kepatuhannya hanya kepada Alloh SWT, menolak kehinaan dalam agamanya. Mereka berangkan memerangi Islam dan mencampakkannya di hadapan manusia, dengan menyebutnya sebagai terorisme. Sebuah bangsa yang berada di kawasan Timur Jepang telah membunuh ratusan ribu anak-anak dan orang tua, tetapi ini bukan kejahatan perang. Ini adalah persoalan yang masih bisa diperdebatkan. Sejuta anak Irak terbunuh, adalah persoalan yang masih bisa diperdebatkan. Adapun ketika ada 17 orang dari mereka yang terbunuh di Nairobi dan Daarussalaam, kontan Afghanistan dibombardir, Irakpun dibombardir, dan seluruh orang munafik berdiri di belakang dedengkot kekafiran dunia, di belakang Amerika dan sekutu-sekutunya. Saya katakan, peristiwa-peristiwa ini telah membagi seluruh dunia ke dalam dua kubu, kubu iman yang tidak dicampuri dengan kemunafikan dan kubu kekafiran, semoga Alloh SWT melindungi kita semua darinya. Sepatutnya setiap muslim bersiaga membela agamanya, kerena angin keimanan telah berhembus, angin perubahan telah berhembus, untuk menyingkirkan kebatilan dari jazirah Muhammad SAW. Adapun kepada Amerika dan bangsa Amerika, saya hanya akan menyatakan beberapa patah kata: Aku bersumpah dengan nama Alloh yang Maha Agung, Yang meninggikan langit tanpa dengan tiang, orang Amerika dan orang-orang yang hidup di Amerika, tidak akan pernah bermimpi memperoleh rasa aman, sebelum kami benar-benar merasakannya di Palestina, dan sebelum seluruh pasukan kafir keluar dari tanah Muhammad SAW. Allohu Akbar! Kemuliaan itu hanyalah milik Islam. As Salaamu ‘Alaikum.

PENJELASAN KEDUA TENTANG SERANGAN NEW YORK DAN WASHINGTON

 

Sesungguhnya segala puji bagi Alloh, kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, meminta ampun kepadaNya dan berlindung kepadaNya dari kejahatan diri kami keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuka oleh Alloh maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh Alloh maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Alloh, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya.

Ammaa ba’du,

Di dalam peristiwa-peristiwa yang menyedihkan dan mencekam, dan setelah terjadinya serangan yang besar, yang menyerang Amerika di tempat yang paling mematikan di New York dan Washington, munculah gelombang media massa yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menyuarakan berbagai pandangan manusia seputar kejadian tersebut. Di sana manusia terbagi menjadi dua kelompok: satu kelompok mendukung serangan yang mengarah kepada kecongkakan Amerika, dan kelompok yang lain menentang serangan tersebut. Dan tidak lama setelah itu Amerika Serikat melancarkan serangan secara dholim kepada pemerintahan Islam di Afghanistan. Dalam masalah ini manusia juga terpecah menjadi dua kelompok: satu kelompok mendukung serangan yang dilakukan secara dholim tersebut sedangkan kelompok yang lainnya menentang dan menolaknya.

Peristiwa-peristiwa besar yang telah memisahkan manusia menjadi dua kelompok ini, merupakan peristiwa-peristiwa yang sangat penting bagi kaum muslimin karena dari peristiwa-peristiwa tersebut memunculkan banyak sekali hukum syar’iy yang berkaitan erat dengan Islam dan pembatal-pembatalnya. Oleh karena itu kaum muslimin harus memahami tabiat perseteruan ini hakekat pertarungan ini supaya mereka mudah untuk menentukan berada di barisan manakah mereka.

Hal itu nampak dari ramainya berbagai demonstrasi di wilayah timur Islam, dari ujung timur sampai ujung barat, dari Indonesia, Philipina, Banglades, India, Pakistan, terus melalui negara-negara Arab, sampai Nigeria dan Muritania. Ini semua menunjukkan tabiat dari peperangan ini dan menunjukkan bahwasanya peperangan ini pada dasarnya adalah perang agama. Karena orang-orang timur adalah orang-orang Islam yang menyambut dan merasa sepenanggungan dengan kaum muslimin dalam berperang melawan barat yang merupakan kaum salibis. Oleh karena itu orang-orang yang berusaha untuk menutupi hakekat yang jelas dan gamblang ini, yang telah disepakati oleh seluruh manusia di dunia ini dalam tindakan-tindakan mereka yang menyatakan bahwasanya peperangan ini adalah perang agama, sesungguhnya orang-orang tersebut hanyalah menipu umat meskipun mereka tidak dapat memalingkan umat dari hakekat pertarungan ini. Dan hakekat pertarungan ini telah ditetapkan di dalam kitabulloh SWT dan di dalam sunnah Rosul kita SAW sehingga tidak mungkin sama sekali kita dapat melupakan permusuhan antara kita dengan orang-orang kafir, sedangkan pertarungan aqidah itu haruslah dibarengi dengan mewujudkan sikap wala’ kepada aorang-orang beriman dan orang-orang yang mengucapkan laa ilaaha illallooh, dan wajib untuk mewujudkan sikap baro’ terhadap orang-orang musyrik, orang-orang kafir dan orang-orang atheis. Hanya Allohlah pelindung kita dalam menghadapi mereka semua. Alloh berfirman:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah rela terhadapmu sampai kamu mengikuti agama mereka.

Maka masalah yang ada adalah masalah agama dan masalah aqidah, bukan sebagaimana yang digambarkan oleh Bush dan Blair bahwasanya peperangan ini adalah perang melawan terorisme. Karena telah banyak pencuri dari kalangan umat Islam yang ditangkap namun tidak ada seorangpun yang bergerak untuk memprotesnya, akan tetapi manusia yang tengah bergerak memprotes ini, dari ujung timur sampai barat, mereka tidak bergerak hanya karena Usamah, akan tetapi mereka bergerak untuk agama mereka, dan karena mereka mengetahui bahwasanya mereka adalah di atas kebenaran, dan bahwasanya mereka adalah tengah melawan serangan salibis yang paling ganas, paling dahsyat dan paling berbahaya terhadap Islam, semenjak diutusnya Muhammad SAW. Setelah permasalahan yang jelas dan gamblang ini, setiap muslim harus memahami dan mempelajari di mana posisinya di dalam perang ini.

Lihatlah Bush telah berbicara di hadapan rakyat Amerika, setelah memenuhi berbagai surat kabar dan saluran televisi dengan kedengkian kaum salibis yang jelas dan nyata di dalam serangan yang dilancarkan kepada Islam dan para penganutnya, Bush tidak menyisakan celah keraguan sedikitpun, atau peluang penafsiran surat kabar, akan tetapi ia justru keluar di hadapan rakyat Amerika untuk mengatakan dengan jelas bahwasanya peperangan ini adalah perang salib, ia mengucapkan kata-kata ini di hadapan dunia untuk mempertegas hakekat dari peperangan yang terjadi. Lalu kemanakah perginya orang-orang yang menganggap bahwasanya peperangan ini dilancarkan melawan terorisme, dan terorisme apakah yang mereka bicarakan itu, tatkala umat Islam disembelih selama puluhan tahun, dan selama itu kita tidak mendengar suara atau orang yang bergerak untuk menentangnya, lalu ketika orang yang sedang disembelih itu bangkit untuk membalaskan anak-anak yang tidak berdosa di Palestina, Irak, Sudan bagian selatan, Somalia, di Kasymir dan di Philipina, serta merta para ulama’ pemerintah dan orang-orang munafiq bangkit membela kekafiran yang nyata. Hanya Allohlah aku serahkan mereka semua. Sedangkan orang-orang awam saja telah memahami permasalahan ini, namun para ulama’ pemerintah dan orang-orang munafik tersebut masih saja bersikap mesra dengan orang-orang yang bekerja sama dengan orang-orang kafir dalam usaha untuk men jauhkan umat agar mereka tidak melaksanakan kewajiban jihad mereka untuk meninggikan kalimatulloh. Oleh karena itu, sebuah kenyataan yang tidak ada kesamaran sama sekali adalah bahwasanya Bush telah membawa salib dan mengangkat tinggi-tinggi bendera salib, dan ia berdiri di barisan paling depan, maka semua orang yang berdiri di belakang Bush di dalam peperangan ini, ia telah melakukan salah satu dari sepuluh pembatal Islam yang telah disepakati oleh para ulama. Yaitu bahwa berwala’ kepada orang-orang kafir dan membatu mereka dalam memerangi orang-orang beriman itu merupakan salah satu dari pembatal-pembatal Islam yang besar. Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Marilah kita perhatikan peperangan yang dilancarkan baru-baru ini terhadap Afghanistan, apakah ini sebuah serangan yang berdiri sendiri dan jarang terjadi ataukah peperangan ini adalah salah satu dari episode perang salib yang panjang terhadap negara-negara Islam. Dimulai sejak perang dunia pertama yang telah berakhir lebih dari 83 tahun yang lalu, dan seluruh negara Islam jatuh di bawah bendera salib yang berada dibawah pemerintahan Inggris, pemerintahan Prancis dan pemerintahan Italia. Mereka membagi-bagi seluruh negara Islam. Dan Palestina jatuh di tangan Inggris. Dan sejak tanggal itu sampai hari ini, selama lebih dari 83 tahun saudara-saudara kita dan anak-anak kita di Palestina merasakan siksaan yang pedih, sehingga ratusan ribu di antara mereka terbunuh dan ratusan ribu lainnya menderita cacat. Kemudian marilah kita lihat kepada berbagai peristiwa yang baru saja terjadi, marilah kita melihat ke Czechnya. Sebuah bangsa muslim yang diserang oleh Rusia, sebuah bangsa yang mempunyai keyakinan Kristen Ortodok, mereka memusnahkan seluruh bangsa muslim Czechnya dan mengusir mereka ke gunung-gunung sehingga mereka termakan oleh salju dan berbagai macam penyakit, namun tidak ada seorangpun yang bergerak, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Kemudian kita lihat perang pemusnahan di Bosnia yang dilakukan di depan mata dan pendengaran seluruh dunia, bahkan di jantung Eropa, yang terjadi selama beberapa tahun, saudara-saudara kita dibunuh, kaum wanita kita dinodai kehormatan mereka, dan anak-anak kita disembelih di bawah perlindungan kuat PBB, atas sepengetahuan PBB dan atas bantuan PBB. Sesungguhnya orang-orang yang ingin mengadukan kesengsaraan kita pada hari ini, dan mengharapkan agar kita menyelesaikannya kepada PBB, mereka itu adalah orang-orang munafik yang menipu Alloh dan RosulNya, serta menipu orang-orang beriman. Bukankah kesengsaraan-kesengsaraan kita itu bersumber dari PBB. Siapakah yang mengeluarkan ketetapan pembagian wilayah Palestina pada tahun 1947, yang memberikan wilayah Islam kepada Yahudi? mereka adalah PBB dalam ketetapannya pada tahun 47. Maka mereka-mereka yang menganggap diri mereka sebagai penguasa Arab namun mereka masih berada di dalam lembaga PBB mereka telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Orang-orang yang mengadukan permasalahan kepada hukum internasional, mereka telah kafir terhadap hukum Al Qur’anul Kariim dan Sunnah Al Musthofa SAW. PBB adalah sumber dari bencana yang tengah menimpa kita, sehingga tidak ada seorang muslimpun atau seorang yang berakalpun akan pergi ke sana, bagaimanapun keadaannya. PBB hanyalah merupakan sebuah alat kejahatan yang melakukan penyembelihan setiap hari dengan tanpa ada seorangpun yang bergerak. Saudara-saudara kita di Kasymir, sejak lebih dari 50 tahun mereka merasakan siksaan, mereka disembelih, dibunuh dan di injak-injak kehormatan mereka, darah mereka dan rumah mereka sedangkan PBB tidak bergerak sedikitpun. Dan pada hari ini PBB dengan berlandaskan satu alasanpun mengeluarkan ketetapan-ketetapan yang mendukung Amerika yang congkak dan sombong dalam serangannya terhadap orang-orang lemah yang baru saja selesai pertempuran sengit melawan Uni Sofiet. Dan marilah kita melihat perang kedua di Czechnya yang masih berlangsung sampai hari ini. Seluruh umat Islam kembali terjun dalam kancah pertempuran melawan Rusia, kemudian berbagai lembaga kemanusiaan bergerak, sampai lembaga-lembaga di Amerika sendiri menuntut kepada Presiden Clinton agar ia menghentikan dukungannya kepada Rusia, akan tetapi Clinton malah mengatakan: Sesungguhnya penghentian dukungan kepada Rusia tidak akan menguntungkan kepentingan Amerika. Dan setahun sebelumnya Putin memohon kepada kaum salib dan yahudi agar mereka mendukungnya. Ia mengatakan kepada mereka: Hendaknya kalian mendukung kami dan berterima kasih kepada kami karena kami memerangi orang-orang fundamentalis. Musuh dengan sangat jelas mengatakan seperti ini, sedangkan para pemimpin bangsa Arab melakukan manuver-manuver dan malu untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara mereka. Lebih tragis lagi mereka melarang kaum muslimin untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara mereka. Dan marilah kita melihat kepada sikap barat dan sikap PBB terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia. Ketika mereka bergerak untuk melakukan pembagian negara yang penduduk Islamnya terbesar di dunia, penjahat Kofi Anan berbicara di hadapan manusia dan menekan pemerintah Indonesia, serta mengatakan kepadanya: Kamu memiliki 24 jam untuk melakukan pembagian dan memisahkan Timor timur dari Indonesia, jika tidak maka terpaksa kami akan memasukkan kekuatan militer untuk memisahkannya dengan paksa. Dan ketika itu pasukan salib Australia berada di pantai Indonesia, dan benar saja, mereka masuk untuk memisahkan Timor Timur dari kesatuan negara di dunia Islam.

Oleh karena itu kita seharusnya memandang berbagai peristiwa ini sebagai satu seri tersendiri, atau bahkan sebagai satu seri dari sebuah episode yang panjang dari sebuah konspirasi, yaitu perang pemusnahan dengan segala arti yang terkandung di dalamnya. Di Somalia 23 ribu saudara-saudara kita terbunuh dengan dalih mengembalikan pekerjaan. Di Sudan selatan ratusan ribu terbunuh, akan tetapi ketika kita berpindah ke Palestina dan Irak, lebih dari satu juta anak terbunuh di Irak dan pembunuhan itu masih berlangsung. Adapun apa yang terjadi pada hari ini di Palestina, maka hanya Allohlah sebagai pelindungku dan Ia adalah sebaik-baik pelindung. Sesungguhnya yang terjadi di sana tidak akan dapat ditanggung oleh sebuah bangsa sekalipun, saya tidak katakan sebuah bangsa manusia akan tetapi semua bangsa kehidupan yang lainnya dari kalangan hewan, mereka semua tidak akan dapat memikul bencana yang tengah terjadi di Palestina. ada seseorang yang saya percaya bercerita kepadaku, bahwasanya ia melihat seorang penjagal yang menyembelih seokor unta di hadapan seekor unta lainnya. Unta yang melihat darah mengalir dari unta saudaranya tersebut langsung berjalan dan meronta lalu menggigit tangan penjagal tersebut dan lelpaskan pisau dari tangan penjagal tersebut lalu mematahkannya.

Lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang lemah di Palestina, bagaimana mereka dapat bertahan melihat anak-anak mereka dibunuh di hadapan mata mereka, oleh orang-orang Yahudi yang kejam dan beringas atas dukungan Amerika dengan menggunakan pesawat-pesawat tempur dan tank-tank Amerika. Sesungguhnya orang-orang yang membedakan antara Amerika dengan Israel, mereka adalah benar-benar musuh umat Islam. Mereka adalah para pengkhianat yang mengkhianati Alloh dan RosulNya, dan mengkhianati umat mereka, serta mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka, mereka menipu umat. Seharusnya kita tidak melihat peperangan ini sebagai sebuah peperangan yang berdiri sendiri, akan tetapi peperangan tersebut adalah satu seri dari sebuah episode yang panjang yaitu perang salib yang sangat dahsyat, sengit dan keras.

Oleh karena itu setiap muslim haruslah berdiri di bawah bendera laa ilaaha illallooh wa anna muhammadar rosuulullooh. Dan saya ingatkan kalian dengan sebuah hadits Rosul SAW, beliau bersabda kepada Ibnu ‘Abbaas ra:

ياَ غُلاَمُ إِنِّيْ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

Wahaih anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Alloh niscaya Alloh menjagamu. Jagalah Alloh niscaya kau dapatkan Alloh di hadapanmu. Dan apabila kamu memohon, mohonlah kepada Alloh. Dan apabila kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh. Dan ketahuilah bahwasanya seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, niscaya mereka semua tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu sedikitpun kecuali dengan sesuatu yang telah Alloh tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka semua berkumpul untuk mencelakakamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu sedikitpun kecuali dengan sesuatu yang telah Alloh tetapkan kami celaka dengannya. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.

Dan saya katakan kepada kaum muslimin yang telah mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki selama beberapa minggu ini, saya katakan kepada mereka, hendaknya mereka terus melanjutkan perjuangan mereka karena sesungguhnya keberpihakan kalian kepada kami akan memperkuat kami dan memperkuat saudara-saudara kalian di Afghanistan, dan tambahkanlah kerja keras kalian di dalam melawan kejahatan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

Waa Islaamaah. Wahai kaum muslimin, bangkitlah kalian untuk membela diin kalian, karena sesungguhnya Islam telah menyeru kalian; waa Islaamaah … waa Islaamaah … waa Islaamaah. Ya Alloh bukankah telah aku sampaikan, yaa Alloh saksikanlah, Ya Alloh bukankah telah aku sampaikan, yaa Alloh saksikanlah, Ya Alloh bukankah telah aku sampaikan, yaa Alloh saksikanlah.

Was salaamu ‘alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.


Pernyataan Usamah Bin Laadin Setelah Tiga Bulan Dari Serangan New York Dan Washington:

 

Sesungguhnya segala puji itu hanyalah milik Alloh. Kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, meminta ampun kepadaNya, dan berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan oleh Alloh maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah kecuali Alloh, yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalh hamba dan untusanNya.

Ammaa ba’du …

Setelah tiga bulan beralu dari serangan yang penuh berkah terhadap kekafiran internasional, terhadap Amerika sang pentolan kekafiran, dan setelah berlalu kira-kira dua bulan dari serangan kaum Salibis yang dahsyat terhadap Islam, baik kiranya kami berbicara mengenai beberapa hal yang dapat dipahami dari berbagai peristiwa tersebut.

Berbagai peristiwa tersebut menjelaskan banyak permasalahan secara sangat jelas kepada kaum muslimin. Lantaran berbagai peristiwa tersebut, menjadi sangat jelaslah bahwasanya bangsa Barat secara umum dan terutama Amerika, tengah memendam kedengkian salibisme yang sangat mendalam terhadap Islam. Dan orang-orang yang hidup di bawah berbagai bombardir yang sambung-menyambung pada beberapa bulan ini, yang dilancarkan oleh pesawat-pesawat tempur Amerika yang bermacam-macam jenisnya, mereka memahami betul hal ini.

Berapa banyak desa-desa yang dihancurkan tanpa ada dosa, dan beraba panyak jika kitahitung, jutaan orang yang terusir kedinginan yang menusuk. Orang-orang lemah itu, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak pada hari ini tanpa dosa harus berlindung di dalam tenda-tenda darurat di Pakistan, hanya berdasarkan hipotesa Amerika melancarkan serangan dahsyat ini.

Seandainya Amerika memiliki bukti yang meyakinkan bahwasanya yang melakukan aksi tersebut adalah orang-orang yang berkebangsaan Irlandia misalnya, tentu Amerika memiliki banyak jalan untuk menyelesaikan persoalan ini. Akan tetapi karena sebuah hipotesa itu mengarah kepada dunia Islam, nampaklah wajah buruknya yang sebenarnya, dan nampaklah dengan jelas kedengkian salibisme terhadap dunia Islam.

Dan sebelum memasuki pembicaraan, saya ingin mempertegas hakekat pertarungan yang terjadi antara kita dengan Amerika. Ini adalah permasalahan yang sangat penting dan urgen, bukan hanya bagi kaum muslimin tapi bagi seluruh umat manusia di dunia. Karena tuduhan yang dilontarkan oleh Amerika kepada sekelompok kecil yang telah berhijroh dan berjihad di jalan Alloh, tidak berdasarkan bukti sama sekali, akan tetapi tuduhan tersebut hanyalan sebuah kedholiman, kesemena-menaan dan permusuhan.

Atas karunia Alloh SWT, sejarah para mujahidin Arab sangatlah jelas, terang, putih dan bersinar. Mereka keluar sejak dua puluh tahun ketika muncul sebuah teror yang keji dan nyata melalui tangan Uni Soviet yang dilakukan terhadap anak-anak kecil dan terhadap orang-orang yang tidak berdosa di Afghanistan. Para mujahidin Arab meninggalkan pekerjaan mereka, universitas mereka, keluarga mereka dan sanak saudara mereka, untuk mencari ridlo Alloh dan untuk membela diin Alloh dan kaum muslimin yang tertindas.

Tidaklah masuk akal jika orang-orang yang keluar untuk membela kaum tertindas, pada hari ini mereka pergi untuk membunuh orang-orang yang tidak berdosa, sebagaimana anggapan orang. Lihatlah sejarah, dahulu Amerika memberikan dukungan kepada setiap orang yang berjihad dan memerangi Rusia. Namun tatkala Alloh memberikan anugrah kepada mujahidin Arab untuk dapat membela kaum tertindas di Palestina dari kalangan anak-anak yang tidak berdosa, Amerika marah dan berbalik memusuhi setiap orang yang berperang di Afghanistan.

Sesungguhnya apa yang terjadi di Palestina pada hari ini adalah sebuah permasalahan yang sangat jelas yang telah disepakati oleh seluruh umat manusia sejak Adam as. Nurani kadang bisa rusak dan manusia bisa saja berselisih dalam banyak perkara. Namun di sana ada beberapa nurani yang Alloh SWT senantiasa jaga dari kerusakan, kecuali nurani orang yang telah rusak jiwanya dan telah bertindak dholim dan melampaui batas secara keterlaluan. Di antara nurani yang disepakati oleh semua manusia adalah bahwasanya manusia itu meskipun mereka terdholimi dan teraniaya, sesungguhnya jiwa mereka itu tidak akan bisa menerima untuk membunuh anak-ana yang tidak berdosa.

Dan apa yang terjadi di Palestina, juga yang terjadi pada hari ini, berupa pembunuhan secara sengaja terhadap anak-anak merupakan persoalan yang sangat buruk dan sangat dholim dan melampaui batas yang mengancam seluruh umat manusia.

Sejarah tidak mengenal seorangpun yang membunuh anak-anak kecuali sangat jarang sekali, dan ini adalah madzhab Fir’aun. Dan Alloh memberikan anugrah kepada Bani Israel dengan menyelamatkan  mereka dari Fir’aun:

إِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْءَ الْعَذَابِ، يُذَبِّحُوْنَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاءَكُمْ

Ingatlah tatkala Kami selamatkan kalian dari keluarga Fir’aun, mereka menimpakan kepada kalian siksa yang buruk. Mereka menyembelih anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian

Menyembelih anak-anak itu adalah dikenal sebagai perbuatan yang dilakukan oleh dedengkot kedholiman dan kekafiran, Fir’aun. Akan tetapi Bani Israel menggunakan cara yang sama dalam memperlakukan anak-anak kita di Palestina. Dan seluruh dunia melihat dan menyaksikan bagaimana pasukan Israel membunuh Muhammad Ad Durroh, dan banyak lagi selain Muhammad Ad Durroh.

Seluruh umat manusia, dari timur sampai barat, dalam berbagai kepercayaannya, hanya sekedar keberadaannya sebagai manusia, mereka pasti menentang tindakan semacam ini. Akan tetapi Amerika, yang tidak peduli dengan kesesatannya, mendukung para pendholim dan para penganiaya anak-anak kita di Palestina tersebut. Sedangkan Alloh SWT menerangkan bahwasnya seseorang itu apabila telah berbuat aniaya dan melampaui batas, hingga ia membunuh orang lain tanpa alasan yang benar, ini adalah persoalan yang sangat buruk. Akan tetapi yang lebih buruk lagi adalah membunuh anak-anak yang tidak berdosa. Alloh SWT berfirman:

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَي بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي اْلأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا

Oleh karena itu Kami tetapkan kepada Bani Israel bahwasanya orang yang membunuh orang lain bukan karena orang tersebut memunuh orang, atau karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia, dan barangsiapa menghidupinya maka seolah-olah ia telah menghidupi seluruh manusia.

Dengan demikian, pada hakekatnya seolah-olah mereka telah membunuh seluruh anak-anak di dunia ini, Israel dan yang di belakangnya adalah Amerika. Lalu apakah yang akan dapat mencegah Israel untuk membunuh anak-anak kita besok di Tabuk, di Al Jauf dan di daerah-daerah sekitarnya? Dan apakah yang akan dilakukan oleh para penguasa, apabila Israel memperluas wilayah kekuasaan yang telah ditetapkan di dalam kitab mereka yang dholim dan palsu sebagaimana anggapan mereka, dan mereka mengatakan sesungguhnya batas wilayah kita adalah sampai Madinah? Apa yang akan dilakukan oleh para penguasa sedangkan mereka tunduk kepada Loby Zionisme Amerika ini?

Maka wajib bagi orang-orang yang berakal untuk menyadari bahwasanya apa yang telah menimpa Muhammad Ad Durroh dan saudara-saudaranya itu besok akan menimpa anak-anak mereka dan kaum wanita mereka, wa laa haula wa laa quwwaata illaa billaah.

Permasalah ini adalah permasalahan yang sangat bahaya, dan aksi teror jahat yang dilakukan oleh Amerika secara sangat terang-terangan di Palestina dan di Irak, dan Bush bapak, seorang yang sial itu, adalah merupakan penyebab terbunuhnya satu juta anak lebih di Irak, belum manusia lainnya dari kalangan laki-laki dan wanita.

Dan peristiwa 22 jumadats tsani yang bertepatan dengan 11 september, hanyalah sebuah reaksi dari kedholiman yang terus-menerus dilakukan terhadap anak-anak kita di Palestina, di Irak, di Somalia, di Sudan Selatan dan ditempat-tempat lain, seperti Kasymir dan Asam. Maka sebenarnya permasalahan ini adalah menyangkut umat secara keseluruhan, sehingga hendaknya mereka bangun dari tidur mereka kemudian bangkit untuk mewujudkan penyelesaian bagi bencana yang tengah mengancam manusia secara keseluruhan ini.

Adapun orang-orang yang mengutuk aksi ini, mereka hanyalah melihat peristiwa ini sebagai peristiwa yang berdiri sendiri, dan mereka tidak mengaitkannya dengan kejadian-kejadian yang telah lalu serta sebab-sebab yang memicunya, sehingga pandangan mereka itu sangat pendek, yang tidak sesuai dan tidak berpijak kepada alasan syar’iy maupun alasan logika. Mereka hanyalah melihat orang-orang serta melihat Amerika dan berbagai media massa mengecam aksi tersebut sehingga merekapun ikut-ikutan mengecamnya.

Meraka itu permisalannya adalah ibarat seekor srigala melihat seekor anak biri-biri, lalu ia mengatakan: “Engkau yang membikin airku keruh pada tahun lalu.” Anak-biri-biri itu menjawab: “Apa-apaan kamu ini, bukan aku yang melakukannya.” Srigala itu berkata: “Pokoknya kamu.” Anak biri-biri itu berkata: “Aku baru dilahirkan pada tahun ini.” Srigala itu berkata: “Kalau begitu ibumu yang telah menjadikan airku keruh.” Kemudian srigala itupun memangsa anak biri-biri tersebut. Maka induk biri-biri tersebut yang lemah itu tatkala melihat anaknya tecabik-cabik diantara taring-taring srigala tersebut, didorong oleh naluri keibuannya, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menanduk srigala tersebut dengan tandukan yang tidak berarti apa-apa. Lalu srigala tersebut berteriak dan mengatakan: “Lihatlah kepada seorang ibu yang teroris ini.” Lalu burung-burung beo mengikuti apa yang dikatakan oleh srigala tersebut dan mereka mengatakan: “Ya, kami mengutuk penandukan yang dilakukan oleh biri-biri betina tersebut terhadap srigala ini.” Lalu mana sikap kalian terhadap srigala yang memangsa anak biri-biri tersebut.

Sesungguhnya serangan yang penuh berkah yang sukses ini hanyalah merupakan sebuah reaksi dari apa yang terjadi di negeri kami di Palestina, di Irak dan yang lain. Dan sesungguhnya Amerika dalam melanjutkan strategi semacam ini, dengan datangnya George Bush anak, memulai kekuasaannya dengan melancarkan serangan udara yang dahsyat terhdap Irak, juga mempertegas atas strateginya yang dholim dan melampaui batas, dan bahwasanya darah kaum muslimin itu tidak ada harganya bagi Amerika.

Oleh karena itu, atas karunia Alloh SWT, aksi balasan dan serangan yang penuh berkah ini, mengandung arti yang besar. Serangan ini telah menjelaskan dengan gamblang, bahwasanya kekuatan yang angkuh dan sombong ini, berhala Hubal zaman ini, Amerika, tegak di atas kekuatan ekonomi yang sangat besar, akan tetapi, atas karunia Alloh SWT, kekuatan tersebut rapuh dan sangat mudah runtuh.

Mereka yang melakukan aksi tersebut bukanlah sembilan belas negara Arab, dan bukan pula wujud dari kepedulian yang dilakukan oleh pasukan atau kementerian negara-negara Arab, yang telah menerima kehinaan dan kedholiman yang menimpa kita di Palestina dan tempat-tempat yang lain. Akan tetapi aksi tersebut hanyalah dilakukan oleh sembilan belas anak Tsanawiyyah (SMU) — saya berharap Alloh SWT menerima amal mereka — mereka guncang singgasana Amerika, mereka serang perekonomian Amerika pada jantungnya, dan mereka serang kekuatan militer terbesar pada ulu hatinya, atas karunia Alloh SWT.

Di sini terdapat arti yang jelas, bahwasanya perekonomian riba dunia ini, yang digunakan Amerika dengan kekuatan militernya, untuk memaksakan kekafiran, dan menginjak-injak bangsa yang lemah, ternyata bisa runtuh. Berdasarkan pengakuan Amerika sendiri pasar New York dan yang lainnya, serangan yang penuh berkah tersebut telah mengakibatkan Amerika menderita kerugian lebih dari satu trilyun dolar, atas karunia Alloh SWT. Dengan sarana yang sangat sederhana mereka menggunakan pesawat-pesawat musuh, dan mereka belajar di negara musuh, sehingga mereka tidak memerlukan kamp-kamp latihan. Semua itu hanyalah karunia Alloh semata yang dianugerahkan kepada mereka, dan mereka memberikan pelajaran yang sangat keras kepada sebuah bangsa yang sombong, yang tidak melihat adanya kemerdekaan yang berarti kecuali untuk bangsa kulit putih. Adapun bangsa-bangsa yang lain, menurut mereka harus dihinakan dan diperbudak, mereka tidak boleh protes, bahkan mereka harus memberikan tepuk tangan kepada pemimpin-pemimpin mereka, tatkala mereka memukuli kita, sebagaimana yang terjadi sebelumnya di Irak.

Oleh karena itu saya katakan; sesungguhnya kekuatan militer Amerika, meskipun Amerika telah mendemonstrasikan kekuatan tersebut di Afghanistan dalam beberapa waktu terakhir ini, dan menumpahkan kemarahannya kepada orang-orang lemah di sana, namun atas karunia Alloh SWT kami telah memberikan pelajaran yang besar dan penting mengenai bagaimana cara melawan kekuatan yang angkuh ini.

Sebagai contoh, seandainya front yang berhadapan dengan musuh mencapai 100 km, hendaknya garis ini dijadikan secara luas, artinya, kita jangan mencukupkan diri dengan membuat garis pertahanan sepanjang 100 m atau 200 m atau 300 m, akan tetapi hendaknya garis pertahanan ini dibuat sepanjang beberapa km, dan dibuat parit sepanjang dan seluas front pertahanan. Karena dengan begitu derasnya bombardir Amerika akan lumpuh sebelum berhasil menghancurkan garis-garis pertahanan ini, dan di sana ada beberapa pasukan kecil yang bisa bergerak secara cepat dari satu garis ke garis yang lain, dan dari satu kantong pertahanan ke kantong pertahanan yang lain.

Kami mendapatkan pelajaran semacam ini setelah Amerika membombardir terhadap garis pertahanan di wilayah utara dan terhadap garis pertahanan Kabul. Dengan cara seperti ini, sudah beberapa tahun berlalu, dan dengan ijin Alloh SWT Amerika tidak dapat mematahkan garis pertahanan mujahidin.

Dari sisi lain, sebagaimana yang kita fahami bersama, sesungguhnya peperangan itu harus memenuhi dua unsur, unsur pertama adalah personal yang melakukan peperangan dan unsur yang kedua adalah harta, seperti untuk membeli persenjataan. Perkara ini ditegaskan di dalam kitabulloh SWT, sebagaimana yang difirmankan Alloh dalam banyak ayat yang menegaskan, di antaranya adalah firmanNya SWT yang berbunyi:

إِنَّ اللهَ اشْتَرَي مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang beriman, jiwa dan harta mereka dengan syurga.

Maka sesungguhnya peperangan itu harus menggunakan harta dan jiwa. Meskipun perbedaan antara kemampuan kita dengan kekuatan militer Amerika itu sangat jauh, dan persenjataan kita tidak dapat menggapai pesawat-pesawat mereka, namun dengan cara membuat garis pertahanan yang luas kita dapat melumpuhkan serangan-serangan mereka. Cara yang lain adalah menyerang pondasi perekonomian yang menjadi dasar dari kekuatan militer, karena apabila perekonomian mereka habis, mereka akan sibuk mengurusi diri mereka sendiri sehingga tidak sempat lagi memperbudak bangsa-bangsa yang lemah.

Maka saya katakan; Di antara permasalahan yang sangat penting sekali adalah mengkonsentrasikan serangan terhadap perekonomian Amerika dengan segala cara yang memungkinkan. Mereka yang menyerukan kemanusiaan dan menyerukan kebebasan, di sini kami melihat kejahatan mereka yang sebenarnya. Karena sesungguhnya untuk menghabisi seseorang itu cukup dengan satu serpihan bom saja, yang beratnya adalah 7 gram, atau lebih sedikit. Akan tetapi Amerika, karena kedengkiannya terhadap kaum tholiban, dan karena kedengkiannya terhadap kaum muslimin, Amerika menyerang saudara-saudara kita yang berada di garis-garis pertahanan dengan roket-roket yang mana satu roket beratnya mencapai 7 ton. Perhatikanlah wahai ahli hitung, 7 ton sama dengan 7000 kg, dan 7000 kg sama dengan 7 juta gram, padahal untuk membunuh seseorang itu cukup dengan menggunakan 7 gram atau lebih.

Sedangkan ketika para pemuda meledakkan — kami berharap Alloh menerima mereka sebagai syuhada’ — di New York, kurang dari 2 ton, Amerika mengatakan ini adalah serangan teroris, dan ini adalah senjata pemusnah masal, namun jika Amerika menggunakan dua roket, yang satu roketnya seberat 7 juta gram, maka ini tidak jadi masalah.

Kemudian setelah mereka membombardir seluruh pedesaan tanpa alasan, akan tetapi tujuannya hanyalah untuk menteror masyarakat, dan supaya manusia takut menerima orang Arab sebagai tamu, atau takut berdekatan dengan mereka, pada saat itu muncullah menteri pertahanan kepada kami dan mengatakan: Ini adalah hak kami. Mereka berhak untuk memusnahkan semua bangsa selama bangsa tersebut adalah bangsa muslim, dan selama bangsa tersebut bukanlah bangsa Amerika. Ini adalah kejahatan yang nyata, jelas dan gamblang, sedangkan semua apa yang kalian dengar dari mereka, bahwasanya semua ini hanyalah sebuah kesalahan, adalah kedustaan yang jelas dan nyata.

Beberapa hari yang lalu mereka menyerang beberapa tempat yang mereka akui sebagai kamp Al Qoo’idah di Khusat, dan mereka mengirimkan sebuah roket yang diarahkan ke masjid. Mereka mengatakan roket tersebut salah sasaran. Dan setelah diteliti, ternyata para ulama’ Khusat tengah melaksanakan sholat tarowih, dan mereka mempunyai jadwal pertemuan setelah sholat tarowih bersama seorang mujahid pahlawan, Syaikh Jalaalud Diin Haqqooniy, yang dahulunya ketika jihad melawan Uni Soviet, adalah salah satu komandan jihad yang menonjol, dan sekarang ia menolak kependudukan Amerika terhadap Afghanistan. Mereka membombardir masjid tersebut berserta semua orang yang berada di dalamnya ketika mereka sedang malaksanakan sholat, sehingga mengakibatkan 150 orang di antara mereka tewas, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah, namun Syaikh Jalaalud Diin sendiri selamat, semoga Alloh memberkati umurnya.

Inilah kedengkian salibisme, oleh karena itu hendaknya semua orang yang mendengang-dengungkan perkataan dengan tanpa memperhatikan apa yang ia katakan, dan yang mengatakan; Kami mengecam teroris, hendakanya mereka mereka semua menyadari bahwasanya teror yang kami lakukan terhdapa Amerika adalah adalah teror yang terpuji, yang bertujuan untuk melawan kedholiman orang yang bertindak dholim, supaya Amerika mengentikan dukungannya kepada Israel yang membunuh anak-anak kami. Permasalahannya adalah jelas dan terang, tidakkah kalian memahami?

Amerika dan para penguasa Barat, seringkali menyebut Hamas dan Jihad Islamiy di Palestina, juga gerakan-gerakan jihad lainnya, adalah gerakan teroris. Apabila mempertahankan diri itu adalah tindakan teror, lalu apa yang seharusnya boleh dilakukan? Perlawanan dan peperangan yang kami lakukan tidak ada bedanya dengan peperangan yang dilakukan oleh saudara-saudara kami di Palestina, seperti Hamas. Kami berperang untuk laa ilaaha illallooh, supaya kalimatulloh menjadi yang paling tinggi, sedangkan ideologi orang-orang kafir menjadi paling rendah, dan dalam rangka menghentikan kedholiman yang dilakukan terhadap orang-orang lemah di Palestina dan di tempat-tempat lainnya.

Permasalahannya jelas dan terang. Tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang berakal untuk berada di dalam kubu mereka dengan alasan apapun. Karena ini adalah perang salib yang paling berbahaya, paling ganas dan paling dahsyat yang dilancarkan terhadap Islam. Dan atas ijin Alloh, kehancuran Amerika telah dekat, hal itu tidak tergantung dengan seorang hamba yang faqir (Usamah bin Ladin). Baik Usamah terbunuh atau masih hidup, atas karunia Alloh, sekarang telah terjadi kebangkitan Islam, dan ini adalah di antara buah dari aksi-aksi tersebut, saya berharap Alloh menerima para pemuda tersebut sebagai syuhada’, dan mengumpulkan mereka bersama para Nabi, para Shiddiiqiin, para Syuhada’ dan orang-orang sholih, mereka itu adalah sebaik-baik teman dekat.

Para pemuda itu telah melakuan aksi yang sangat besar, aksi yang sangat mulia. Semoga Alloh memberi balasan kepada mereka dengan sebaik-baik balasan, dan semoga Alloh menjadikan mereka sebagai celengan bagi bapak-ibu mereka. Karena mereka telah mengangkat tinggi-tinggi kepala kaum muslimin, dan mereka telah memberi pelajaran kepada Amerika, yang dengan ijin Alloh SWT, Amerika tidak akan dapat melupakannya.

Dari Bilaadul Haromain (wilayah tanah suci) keluar 15 pemuda — kami berharap Alloh menerima mereka sebagai syuhada’ —, dari bumi iman. Negeri tersebut adalah bumi harta karun (potensi) terbesar bagi kaum muslimin. Ke sanalah iman itu akan masuk kembali, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shohih, ke Madinah Munawwaroh, sebagaimana ular yang masuk kembali ke dalam liangnya. Juga, 2 orang dari sebelah timur jazirah Arab, dari Emirat Arab. Satu orang lainnya keluar dari wilayah Syam, yaitu Ziyaad Al Jarrooh — semoga Alloh menerimanya sebagai syuhada’ —, dan satu orang lainnya keluar dari Ardlul Kinaanah, dari Mesir, yaitu Muhammad ‘Athoo’, semoga Alloh menerima mereka semua sebagai syuhada’.

Aksi-aksi yang mereka lalukan ini memiliki arti yang sangat besar sekali. Mereka menjelaskan bahwasanya ini yang berada di dalam hati mereka meminta banyak tuntutan, menuntut untuk mengorbankan nyawa untuk laa ilaaha illallooh. Para pemuda itu telah membuka pintu yang sangat besar untuk kebaikan dan kebenaran. Dan barangsiapa mengatakan bahwa aksi-aksi ‘amaliyah fidaa-iyyah istisyhaadiyyah tidak boleh dilakukan, suara-suara mereka yang kami dengar di berbagai media massa tersebut, hanyalah menyuarakan hawa nafsu para thoghut, hawa nafsu Amerika dan antek-antek Amerika.

1.200 juta umat Islam disembelih, dari wilayah timur sampai barat. Setiap hari di Palestina, di Irak, di Shomalia, di Sudan Selatan, di Kasymir, di Philipina, di Bosnia, di Czechnya, dan di Asam, kami tidak mendengar ada suara yang protes. Namun apabila orang yang menjadi korban tersebut bangkit dari kedholiman yang menimpanya, lalu mengorbankan nyawanya untuk kepentingan diin (agama) nya, tiba-tiba mereka berteriak-teriak protes. 1.200 juta muslim disembelih, perasaan mereka tidak tersentuh sama sekali, namun apabila ada seseorang yang ingin membela para korban tersebut, mereka meneriak-teriakkan perkataan yang disenangi oleh para thoghut. Mereka itu tidak mengerti dan tidak faham sama sekali.

Di dalam sebuah hadits yang menceritakan tentang kisah seorang pemuda, seorang raja, seorang tukang dan seorang pendeta, terdapat sebuah dalil yang jelas, yang menunjukkan bahwasanya mengorbankan nyawa untuk kepentingan laa ilaaha illallooh. Di sini ada pelajaran lain, yaitu bahwasanya kemenangan itu tidak sekedar perupa apa yang dapat dilihat dengan hasil yang kelihatan, yang lebih mendominasi pandangan manusia, akan tetapi kemenangan yang sebenarnya itu adalah keteguhan dalam memegang prinsip.

Ash-haabul Ukhduud (orang-orang yang dilemparkan kedalam parit yang telah dinyalakan api padanya, yang disebutkan di dalam hadits tersebut-penerj.) Alloh SWT menyebut mereka, dan mengekalkan sebutan mereka, dalam bentuk pujian, lantaran mereka tetap teguh dalam keimanan. Mereka diancam untuk memilih antara meninggalkan iman atau dimasukkan ke dalam api. Merekapun menolak untuk kafir kepada Alloh SWT dan merekapun dimasukkan ke dalam api. Dan pada akhir hadits — hadits yang menceritakan tentang pemuda tersebut — ketika raja yang dholim tersebut memerintahkan mereka ke dalam tanah galian, datanglah seorang ibu-ibu yang lemah dengan membawa anaknya. Tatkala ibu tersebut melihat api, ia mengkhawatirkan anaknya sehingga ia ragu-ragu. Maka anak itupun mengatakan kepada ibunya, sebagaimana yang diceritakan oleh Nabi SAW: “Sabarlah wahai ibu, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran.”

Di dalam hadits Nabi yang menceritakan tentang pemuda ini, dikisahkan, tatkala pemuda tersebut mengambil batu, yang pada waktu itu ilmunya masih sedikit, dan dia masih pulang pergi antara tukang sihir dan pendeta, lalu ada seekor binatang yang menghalangi jalan manusia. Pemuda itu mengatakan: “Pada hari ini aku akan mengetahui, manakah yang lebih utama antara pendeta dan tukang sihir. Lantaran masih sedikitnya ilmu, ia belum memahami siapakan antara keduanya yang lebih utama, sehingga ia pilih.

Maka iapun memohon kepada Alloh agar memperlihatkan kepadanya, siapa diantara keduanya yang lebih utama. Jika pendeta yang lebih dicintsi Alloh SWT, maka ia memohon agar Alloh membunuh binatang tersebut. Lalu iapun mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke binatang tersebut sehingga binatang tersebut mati karenanya. Kemudian pendeta tersebut mendatangi pemuda tersebut dan mengatakan kepadanya: “Wahai anakku, kamu pada hari ini lebih baik dari pada aku.” Kata-kata ini diucapkan oleh pendeta, meskipun pendeta tersebut berilmu sedangkan pemuda tersebut masih bodoh, akan tetapi Alloh SWT menerangi hati pemuda tersebut dengan cahaya iman. Dan iapun mulai melakukan pengorbanan untuk kepentingan laa ilaaha illalloh.

Kata-kata yang mulia ini sangatlah jarang didapatkan. Kata-kata ini ditunggu-tunggu oleh para pemuda Islam dari para ulama’ mereka. Supaya mereka mengatakan kepada orang-orang yang telah membawa kepala mereka di atas telapak tangan mereka, untuk dikorbankan untuk kepentingan laa ilaaha illallooh. Supaya mereka mengucapkan kata-kata yang telah diucapkan oleh pendeta tersebut kepada pemuda tersebut; Sesungguhnya kalian pada hari ini lebih baik dari pada kami.

Ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Karena timbangan kebaikan di dalam diin (agama Islam) ini adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadits Nabi SAW. Timbangan iman itu bukanlah dengan mengumpulkan ilmu semata, akan tetapi adalah dengan mengumpulkan ilmu dan pengamalan terhadap ilmu tersebut. Timbangan iman adalah: Barangsiapa berjihad melawan mereka dengan tangannya maka ia beriman, sebagaiman sabda Rosululloh SAW, dan barangsiap berjihad melawan mereka dengan lisannya maka ia beriman, dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan hati mereka maka ia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun seberat biji sawi.Para pemuda tersebut telah berjihad melawan kekafiran yang paling besar, dengan tangan mereka dan dengan jiwa mereka, semoga Alloh menerima sebagai syuhada’.

Para pemuda itu adalah sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَة بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِّب، وَرَجُلٌ…

Pemuka para syuhada’ itu adalah Hamzah bin ‘Abdil Muthollib, dan orang — kata orang disini disebutkan secara nakiroh yang bersifat umum — akan tetapi Alloh menerangi hatinya dengan iman.

… وَرَجُلٌ قَامَ إِلَي إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ فَزَجَرَهُ فَقَتَلَهُ

… dan orang yang bangkit menuju penguasa yang dholim lalu ia menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat mungkar kepadanya, lalu iapun dihukum dan dibunuh. Sebagaimana disebutkan dalam Shohiih Al Jaami’.

Orang semacam ini telah mendapatkan keberuntungan yang sangat besar. Ia tidak bertemu dengan seorang tabi’in, bahkah tidak pula bertemu dengan para sahabat yang mulia ra. Akan tetapi Alloh SWT mengangkat derajat mereka kepada tingkatan pemuka syuhada’. Rosul kita SAW memberikan motifasi untuk melakukan amalan semacam ini. Bagaimana mungkin, seorang muslim yang berakal mengatakan pelajaran apa yang dapat kita petik darinya, ini adalah sebuah kesesatan yang nyata, semoga Alloh menyelamatkan kita.

Para pemuda tersebut telah Alloh bimbing untuk mengatakan kepada dedengkot kekafiran dunia, kepada Amerika dan orang-orang yang bersekutu dengannya: “Kalian berada di dalam kebatilan dan kelian berada di dalam kekesatan.” Dan mereka telah mengorbankan jiwa mereka untuk kepentingan laa ilaaha illallooh.

Pembicaraan mengenai berbagai peristiwa besar pada hari ini sangatlah panjang, akan tetapi saya akan menyingkat pembicaraanku dan memusatkannya pada pentingnya melanjutkan aksi jihad melawan Amerika baik secara militer maupun secara ekonomi. Dan bahwasanya Amerika telah menyadari dan menarik diri, atas karunia Alloh SWT. Dan bahwasanya kerugian dibidang ekonomi yang diderita Amerika terus berlanjut sampai hari ini, akan tetapi masih terus diperlukan serangan-serangan lain, dan hendaknya para pemuda bersungguh-sungguh dalam mencari sendi-sendi perekonomian Amerika kemudian menyerangnya, atas ijin Alloh SWT.

Dan sebelum saya akhiri, saya ingin mengingatkan para pahlawan, para pemuda, para raksasa besar, yang telah menyingkirkan kehinaan dari wajah umat kita, saya ingin ingatkan mereka dengan beberapa bait syair untuk memuji mereka, dan memuji semua orang yang berjalan di jalan Nabi Muhammad SAW.

Namun sebelum itu saya ingin tegaskan satu permasalahan, bahwa sesungguhnya peperangan yang terjadi di Afghanistan pada hari ini, sepanjang waktu, yang menyerang mujahidin Arab khususnya dan Thooliban. Secara jelas menunjukkan betapa lemahnya Pemerintahan Amerika dan betapa rapuhnya tentara Amerika.

Meskipun kemajuan besar yang mereka raih di bidang teknologi militer, mereka tidak dapat berbuat apa-apa kecuali dengan mengandalkan orang-orang murtad dan orang-orang munafiq. Lalu apa bedanya apa yang terjadi pada hari ini, antara Babrik Karm yang datang bersama Rusia untuk menjajah negaranya, dengan Presiden terguling Burhaanud Diin, apa bedanya antara keduanya? Babrik datang bersama Rusia untuk menjajah bumi Islam sedangkan Burhaanud Diin datang bersama dengan Amerika untuk menjajah bumi Islam. Ini semua sebagaimana yang telah saya katakan, secara jelas menunjukkan betapa lemahnya tentara Amerika, atas karunia Alloh SWT. Oleh karena itu, hendaknya kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan hendaknya para pemuda terus melanjutkan jihad dan berjuang melawan Amerika.

Dan saya akan akhiri dengan beberapa bait syair mengenai para pahlawan yang telah keluar dari bumi Hijaaz, dari bumi iman, dari Ghoomid, Zahroon, Bani Syah-r, Harb dan Nedj, semoga Alloh menerima mereka semua. Dan orang-orang yang telah keluar dari Mekah Mukarromah, yaitu Saalim, Nawwaaf Al Haazimiy dan Khoolid Al Mihdlooriy, atau orang-orang yang telah keluar dari Madinah Munawwaroh, mereka telah meninggalkan dunia dan kenikmatannya untuk kepentingan laa ilaaha illallooh.

إني لأشـهد أنـهم مـن كل بتـار أحـدّ

يا طالما خاضوا الصعاب وطالما صالوا وشدوا

شتان، شتان بين الذين لربهم باعوا النـفوسا

الباسمين إلي الردى والسيف يرمقهم عبـوسا

الناصبين صدورهم من دون دعوتهم تـروسا

إن أطبقت سدف الظلام وعضنا ناب أكـول

وديارنا طفحت دما ومضى بها الباغي يصول

ومن الميادين اختفت لُمع الأسـنة والخيـول

وعلت علي الأنات أنغام المعـازف والطبول

هبـت عواصفهم تدك صروحه وله تـقول

لن نوقف الغارات حتى عن مـرابعنا تـزول

Sungguh aku bersaksi, bahwa mereka itu lebih tajam dari semua pedang

Tatkala mereka bergelur dengan kesusahan, dan tatkala mereka menyerang dan menyerbu

Amat berbeda, antara orang-orang yang telah menjual jiwa mereka kepada robb mereka

Yang tersenyum menyongsong kematian, sedangkan memandang mereka dengan masam

Yang membusungkan dada mereka supaya menjadi perisai dakwah mereka

Jika lapisan-lapisan kegelapan telah menyelimuti, dan kami telah digigit oleh taring yang ganas

Dan rumah-rumah kita telah dibanjiri darah, dan telah diserang oleh orang dholim

Sedangkan kilatan tombak dan kuda telah bersembunyi dari medan-medan perang

Irama alat musik dan genderang telah melampaui kesabaran

Badai mereka bertiup, menghancurkan istananya, dan mengatakan kepadanya

Kami sekali-kali tidak akan menghentikan serangan sampai kami hancur lebur.

Was Salaamu ‘AlaikumWaRohmatulloohiWa Barokaatuh.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 15, 2013 in tokoh jihadi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s