RSS

Pesan Syahidul Islam Untuk Ummatnya

24 Nov

Syekh Usamah Bin Laden

Syekh Usamah Bin Laden

Dengan kemulian putera-putera Islam, telah tampak hari-hari itu

Para penguasa bersembunyi dari negeri-negeri ‘Arob

Hari-hari yang melipat singgasana hingga datang berita kepada kami

Yang di dalamnya ada harapan terhadap berita gembira dan petunjuk jalan

Untaian kalimat indah itu berasal dari Syahidul Islam-Syekh Usamah Bin Laden-Rahimahullah-kepada ummatnya, umat Islam, ketika beliau melihat benih-benih Revolusi Arab mulai tumbuh dan mengeluarkan tunasnya.

Beliau melanjutkan :

Telah lama ummat ini mentayamumi wajahnya, menanti kemenangan yang berita gembiranya nampak dari timur, lalu tiba-tiba ada matahari revolusi yang terbit dari barat. Revolusi itu memancarkan cahaya dari Tunisia, lalu Ummat pun senang dengan revolusi itu, wajah bangsa-bangsa pun bercahaya, kerongkongan para penguasa pun tercekik, sedangkan Yahudi pun takut karena dekatnya perjanjian. Karena dengan menjatuhkan tiran, runtuhlah makna-makna kehinaan, ketundukan, ketakutan dan kemunduran, serta bergeraklah makna-makna kebebasan, kemuliaan, keberanian dan kegagahan. Lalu berhembuslah angin perubahan karena kecintaan pada pembebasan, dan Tunisia pun memiliki yang paling berharga. Dengan secepat kilat para Ksatria Kinanah mengambil petikan dari orang-orang merdeka di Tunisia menuju medan pembebasan. Maka meletuslah revolusi besar, dan revolusi apa!?

Revolusi krusial untuk seluruh Mesir, dan untuk seluruh ummat jika revolusi ini berpegang teguh dengan tali Robbnya, bukan sekedar revolusi makanan serta pakaian, namun revolusi kemuliaan dan penentangan, revolusi pengorbanan dan pemberian, yang menerangi kota-kota Nil dan desa-desanya, dari bawahnya hingga atasnya. Maka kemuliaan pun nampak di hadapan para pemuda islam, dan jiwa mereka rindu terhadap zaman kakek mereka. Maka dari Medan Pembebasan di Kairo mereka memetik nyala api guna menaklukan sistem tirani, dan mereka berdiri di hadapan kebathilan sembari mengangkat kepalan sebagai penolakan terhadapnya. Mereka tidak takut pada tentaranya. Mereka berjanji dan menguatkan perjanjian itu. Maka semangat-semangat itu (tetap) teguh, lengan tangan adalah pembantu, dan revolusi pun menjanjikan.

Kembali untaian kata-kata indah beliau-rahimahullah-sampaikan:

Perjalanan menuju tujuan itu telah dimulai

Sedangkan orang merdeka merangkak dalam sebuah tekad

Dan orang yang merdeka jika perjalanan itu telah dimulai

Maka tidak akan lesu dan tidak akan berhenti

Beliau berpesan :

Wahai putera-putera Ummat Islam-ku,

Di depan kalian adalah persimpangan jalan yang penting, kesempatan besar nan langka lagi bersejarah untuk menggerakkan ummat, dan (kesempatan) terbebas dari peribadahan kepada hawa nafsu para penguasa, undang-undang buatan dan hegemoni barat.

Maka termasuk dosa dan kebodohan besar menyia-nyiakan kesempatan yang ditunggu-tunggu Ummat semenjak puluhan tahun yang lalu. Maka ambillah kesempatan ini, hancurkanlah berhala dan arca, serta tegakkanlah keadilan dan keimanan.

 Pada tempat ini, saya mengingatkan orang-orang jujur bahwa membangun Dewan untuk menyampaikan pendapat dan berkonsultasi, untuk bangsa-bangsa islam pada seluruh poros-poros penting adalah wajib secara syar’iy dan lebih ditekankan pada sebagian orang-orang yang memiliki ghiroh yang telah memberikan nasehat terlebih dahulu mengenai pentingnya menumpas sistem (pemerintahan) yang lalim ini, sedangkan mereka memiliki kepercayaan luad di antara masyarakat muslim.

Maka hendaknya mereka memulai dan mengumumkan proyek ini dengan cepat, jauh dari hegemoni para penguasa diktator, serta menciptakan ruang operasi teratur untuk peristiwa-peristiwa itu, untuk melaksanakan planing-planing beriringan yang meliputi seluruh kebutuhan ummat, dengan mengambil sebagian saran dari orang-orang cerdas dalam ummat ini dan meminta pertolongan pada Pusat-pusat Riset yang kompeten serta orang-orang berakal dari kalangan orang-orang berilmu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa yang berjuang untuk menjatuhkan para tiran dari kalangan mereka dan putera-putera mereka yang terancam terbunuh, serta memberikan pengarahan pada bangsa-bangsa yang telah menjatuhkan  penguasa dan sebagian pilar-pilarnya dengan langkah-langkah yang dituntut untuk menjaga revolusi dan mewujudkan target-targetnya.

Sang Pengembara berdiri seperti berdirinya Thoriq

Keputus asaan di belakang dan harapan di depan

Kemuliaan yang diambil dengan darah, dapat kembalikan dengan darah

Sedangkan Singa mati tidak di kandangnya

Orang yang mengorbankan nyawanya yang mulia untuk Robbnya

Untuk menolak kebathilan mereka bagaimana bisa dicela?

Sesungguhnya kelaliman besar yang ada di negeri kita telah sampai pada batas terbesar, kita terlambat banyak dalam mengingkari dan merubahnya. Maka siapa yang telah memulai hendaknya dia sempurnakan semoga Alloh menolongnya. Dan siapa yang belum memulai hendaknya menyiapkan persiapannya untuk perkara ini. Renungilah hadits shohih dari Rosululloh –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam padanya-, di mana beliau berkata :

(“Tidaklah seorang Nabi diutus oleh Alloh pada satu ummat sebelumku, melainkan Nabi itu memiliki para penolong dan para sahabat dari ummatnya yang mengambil sunnahnya serta menguatkan ikatan dengan perintahnya. Kemudian datang generasi belakangan setelah mereka yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan pada mereka. Maka barang siapa yang berjihad (melawan) mereka dengan tangannya dia adalah orang beriman, siapa yang berjihad (melawan/menentang) mereka dengan lisannya dia adalah orang beriman, dan siapa yang berjihad (mengingkari) mereka dengan hatinya dia adalah orang beriman dan dibelakangnya tidak ada lagi seberat biji sawi dari keimanan.” [ diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad ]

Beliau juga berkata,

 “pemuka para syuhada’ adalah Hamzah putera ‘Abdul Muth-tholib dan pria yang berdiri mengahadapi pemimpin lalim, lalu memeritahkan dan melarangnya, lalu pemimpin itu membunuhnya.” [ diriwayatkan oleh at-Tirmidziy dan al-Hakim ]

 Maka selamat bagi siapa yang keluar dengan niat agung ini. Jika dia terbunuh menjadi pemuka syuhada’ dan jika dia hidup, maka dengan kemuliaan dan kegagahan. Maka tolonglah kebenaran dan jangan kalian pedulikan,

Karena mengatakan yang benar pada tiran

Adalah kemuliaan, adalah berita gembira

 Adalah jalan menuju dunia

Adalah jalan menuju akhirat

 Jika Anda mau, matilah sebagai hamba

Jika Anda mau, matilah sebagai orang merdeka

 Wallahu’alam bis showab!

 M Fachry

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 24, 2013 in tokoh jihadi

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s