RSS

Pesan untuk wanita akan hijab

29 Nov

my_purdah_journey4

 

Masalah wanita adalah masalah yang sangat rentan, sehingga masalah ini harus mendapat perhatian lebih, sebab berbagai penyimpangan moral pada umumnya wanita sangat berperan disana. Semarak akan jilbab patut kita syukuri, meskipun banyak para oknum yang memanfaatkan jilbab sebagai pelindung. Wanita yang berhijab secara kaffah akhir-akhir ini makin marak dengan semaraknya dakwah salaf, meskipun tidak semua yang berhijab secara kamil adalah kaum salafiyyin, karena ada di antara mereka dari firqah yang jelas-jelas sesat dan menyesatkan seperti syiah (Rafidlah), dan ada juga dari kelompok lain yang sedikit banyak manhajnya menyimpang. Seyogyanya kita meluruskan aqidah dan manhaj kita agar tidak mencoreng apa yang telah diajarkan Rasulullah. Dan berlepas dari itu semua, yang ingin kami jelaskan disini adalah masalah hijab.

Pada awal perkembangan dakwah salaf di negeri ini perkembangan cadar, purdah adalah sangat marak sekali, namun akhir-akhir ini hijab kamil (syar’i) mulai lambat perkembangannya, dan setelah saya perhatikan ternyata ini adalah akibat dari pernyataan sebagian kalangan yang mengatakan bahwa menutup wajah itu adalah tidak wajib, sehingga pernyataan ini banyak membuka wajah-wajah yang tadinya tertutup dan menghambat penutupan yang masih terbuka, pernyataan ini ada yang didasari ijtihad yang tentunya ketika keliru tetap si mujtahid mendapat pahala dan ampunan, namun ada yang didasari karena sentimen picik yang kemudian mencari dalih-dalih yang mereka kira cocok untuk menohok dan menyerang orang yang berhijab kamil, dan sifat sentimen ini diwarisi oleh para pembacanya sehingga mereka sangat tidak suka dengan wanita yang berpurdah/bercadar, kebencian yang melebihi kebencian orang awam.

Di sisi lain ada –Alhamdulillah– para muslimah yang sadar akan kewajiban hijab kamil ini, namun mereka belum memahami arti hijab atau jilbab syar’i itu sehingga perlu ditingkatkan. Di sini penyusun kitab ‘Audatul Hijab yaitu Syaikh Muhammad Ahmad Al Muqaddam yang kami terjemahkan ke dalam edisi Indonesia sebagiannya saja yang berhubungan dengan dalil-dalilnya, mengupas secara tuntas dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan memaparkannya dalam metode ilmiyyah seraya menukil perkataan para ahli tafsir salaf dan khalaf, yang bila dibaca dengan penuh kesadaran akan menyadarkan orang yang tidur hatinya dan mengingatkan orang yang lalai. Dan di dalamnya juga ada bantahan terhadap berbagai macam kalangan yang membolehkan sufur (membuka wajah).

Saya menasehati para muslimah yang sudah sadar agar selalu menjaga kebersihan hati dari dengki dan sombong. Tubuh anda telah tertutup dengan hijab kamil, namun hati anda juga harus dibersihkan dari penyakit-penyakit hati itu.
Ini adalah bagian pertama yang berisi dalil-dalil berikut penjelasannya, dan insya Allah nanti akan kami terjemahkan bagian keduanya yang berisi bantahan secara khusus mengenai syubhat-syubhat yang dikemukakan oleh kalangan yang membolehkan sufur. Semoga Allah menjadikan amalan ini ikhlas karena wajah-Nya dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Amiin…

Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 29, 2013 in fiqih, wanita

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s