RSS

Ikhtilaf

03 Des

Pada dasarnya ikhtilaf ada dua macam, yaitu ikhtilaf
dalam bentuk perbedaan dan ikhtilaf dalam bentuk
berlawanan. Ikhtilaf dalam bentuk perbedaan ada beberapa
macam, di antaranya adalah adanya dua pendapat atau dua
perbuatan yang kedua-duanya benar, seperti:

1. Perbedaaan bacaan Al-Qur‘an yang ada di kalangan para
sahabat. Nabi SAW tidak melarang hal semacam itu dari
mereka, beliau bersabda: “Kamu masing-masing baik.”
(HR. Bukhari dan Ahmad)

2. Dua pendapat yang sebenarnya sama hanya berbeda
dalam pengungkapan.

3. Dua pengertian yang berbeda tetapi tidak saling bertentangan.
Pendapat yang satu benar dan pendapat yang lain
juga benar sekalipun pengertian yang satu tidak sama
dengan pengertian yang lain. Inilah yang banyak sekali
terjadi dalam benturan pendapat.

4. Ada dua cara yang kedua-duanya benar. Ketika seseorang
atau suatu golongan melakukan cara tertentu dan yang lain melakukan cara yang lain yang kedua-duanya menurut
agama baik, kedua belah pihak saling mencela atau
memuji diri sendiri karena kebodohan atau sifat zalim
atau memang tidak punya ilmu atau memang ada tujuan
yang tidak baik.

Adapun ikhtilaf dalam bentuk berlawanan yaitu dua
pendapat yang saling berlawanan, baik dalam masalah pokok
atau masalah cabang. Mayoritas ulama berpendapat bahwa
yang benar hanya satu. Lalu orang yang berpendapat bahwa
tiap-tiap mujtahid itu benar, memahami bahwa pendapatnya
tidak berlawanan, dan termasuk ikhtilaf dalam bentuk
perbedaan. Pendapat semacam ini dampaknya sangat besar
karena sebenarnya dua pendapat di atas adalah saling
berlawanan. Akan tetapi kita menemukan banyak di kalangan
ulama yang terkadang pendapatnya batil karena bertentangan
dengan kebenaran atau terkadang sebagian dalilnya mendukung
kebenaran, tetapi ia menolak seluruh kebenaran itu.
Dengan demikian ia telah menafikan sebagian kebatilan,
sebagaimana pendapat pihak pertama menolak keseluruhan.

Perbedaan semacam ini banyak ditemui pada kalangan
ahlus Sunnah berkenaan dengan masalah-masalah taqdir,
sifat-sifat Allah, sahabat-sahabat Rasulullah SAW dan lain
sebagainya. Demikian juga pada pendapat kebanyakan ahli
fiqih atau kebanyakan kalangan mutaakhir dalam masalah masalah
fiqih. Banyak juga ditemui pada kebanyakan orang
yang mengaku ahli fiqih dan ahli tasawuf dan kelompok-kelompok
sufi serta yang sejenisnya. Adapun tentang kesesatan
ahli bid‘ah, maka masalahnya sudah jelas.

Orang yang Allah beri hidayah dan cahaya akan dapat
memahami hal ini dengan baik, sehingga ia dengan jelas
dapat memperoleh manfaat adanya larangan ikhtilaf dan
semacamnya yang tersebut dalam Al-Qur‘an dan As-Sunnah.

Bagi seseorang yang berhati jernih, ia tentu menolak ikhtilaf
ini, karena ia menyadari bahwa agama Allah itu berada di
atas semua agama lain, sebagaimana firman-Nya pada surah
An Nuur ayat 40:

“Dan barang siapa yang tidak Allah berikan cahaya kepadanya
maka dia tidak akan mempunyai cahaya sedikit pun.”

Dalam hal ikhtilaf dalam bentuk perbedaan, maka tanpa
diragukan lagi bahwa kedua pihak yang berselisih adalah
dalam kebenaran. Sedangkan terjadinya saling mencela
merupakan kezaliman kepada pihak lain, padahal Al-Qur‘an
telah mengisyaratkan adanya pujian terhadap masing-masing
pihak, selama yang satu tidak berbuat zalim kepada yang lain.

Hal ini sebagaimana Nabi SAW pernah membenarkan dua
kejadian yang berbeda pada hari menyerang Bani Quraidhah.
Pada waktu itu beliau menyuruh seseorang untuk menyampaikan
seruan:
“Janganlah seseorang melakukan shalat ‘Ashar kecuali di
kampung Bani Quraidhah.”

Tetapi ternyata di antara sahabat ada yang tetap melakukan
shalat ‘Ashar pada waktunya dan sebagian lagi menundanya
sehingga ia sampai ke kampung Bani Quraidhah.

Begitu pula halnya sabda Nabi SAW:

“Apabila seorang hakim berijtihad lalu dia mendapatkan
kebenaran, maka dia memperoleh dua pahala. Apabila dia
berijtihad tetapi tidak memperoleh kebenaran, maka dia
mendapat satu pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim), dan banyak
lagi kejadian yang lain.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2013 in aqidah, fiqih

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s